Tolak DOB Baru, Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa di Nabire

Massa aksi menolak DOB Baru di Papua depan kantor DPRD Kabupaten Nabire, Rabu 2/7/2019
Massa aksi menolak DOB Baru di Papua depan kantor DPRD Kabupaten Nabire, Rabu 2/7/2019

NABIRE (KM) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam “Solidaritas Mahasiswa Papua” menggelar unjuk rasa dalam tiga titik long march menuju kantor DPRD Kabupaten Nabire, Selasa 2/7/2019. Para pengunjuk rasa menolak semua usulan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Papua.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, mahasiswa dan rakyat di Nabire ikut serta dalam aksi dengan satu tujuan, tolak pemekaran DOB,” kata Adlof F Dimi, salah satu peserta unjuk rasa tersebut, kepada wartawan Kupas Merdeka kemarin 2/7.

Massa aksi Solidaritas Mahasiswa Papua tersebut mulai aksi long march mulai dari pukul 09.00 pagi waktu setempat. Mereka berkumpul di tiga titik, yakni di depan USWIM Kali Bobo, depan Jepara 2 Wonorojo dan Transat samping SMPN 2 Wonorojo, kemudian massa menuju kantor DPRD Kabupaten Nabire.

Mereka pun membentang spanduk bertulisan “Pemekaran bukan kehendak rakyat Papua” dan “Jangan ada imigran melalui usulan pemekaran” yang juga tertulis pada pamflet, baliho dan poster yang mereka bawa.

Aktivis mahasiawa, Mikael Gobai mengatakan bahwa pemekaran Provinsi Papua tengah adalah salah satu program “genosida menghilangkan Orang Asli Papua” yang dibuat oleh Jakarta dan dengan “antek-anteknya”, elit-elit politik lokal, terhadap Tanah Papua, manusia Papua, dan alam Papua.

Ia menilai, pembangunan yang berjalan tidak sesuai dengan kebiasaan hidup orang asli Papua, seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan. “Termasuk pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya,” lanjutnya.

“Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan adanya pemekaran Papua tengah ini Orang Asli Papua pada umumnya untung atau rugi atau membawah perubahan? Kemudian masyarakat sipil pribumi Papua dan Orang Asli Pribumi Papua ingin Pemekaran? Pasti manusia Papua dan alam Papua tidak mau pemekaran. Solusinya bukan pemekaran tetapi tolak pemekaran,” tegasnya.

Massa aksi diterima oleh Bernadus Tebai, anggota DPRD Nabire dan rekannya di halaman gedung DPRD Nabire.

Reporter: Ernest
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*