Kibarkan Bendera Indonesia yang Robek, PWRI Babel Minta Pemprov Depak Kadis Kearsipan dan Perpustakaan

Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel yang kibarkan Bendera Merah Putih yang robek (dok. KM)
Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel yang kibarkan Bendera Merah Putih yang robek (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) – Melihat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel mengibarkan bendera Merah Putih yang robek di halaman gedungnya, dua organisasi masyarakat (ormas) menyumbangkan bendera baru yang langsung dikibarkan, Senin 1/7 lalu.

Menyusul beredarnya pemberitaan soal pengibaran bendera yang tidak layak tersebut oleh beberapa media, ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Laskar Merah Putih (LMP) Babel bersama beberapa wartawan menyambangi kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel yang beralamatkan di Jalan Rasa Kuda, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Grimaya, Kota Pangkalpinang.

Namun inisiatif tersebut awalnya tidak disambut baik oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Rofiko.

” Kalian ini bukan suruhan siapa-siapa ya, kamu kok jadi wartawan ngurusin bendera-bendera ada apa?” ketusnya menanggapi upaya wartawan untuk meminta keterangan darinya.

“Kamu saya cabut PWI kamu dan saya lapor ke PWI pusat, kamu ini siapa? Wartawan apa kamu, mana kartu wartawan kamu, saya cabut kartu wartawan kamu. Saya ini bekas kepala Kominfo,” ujarnya sebelum bergegas meninggalkan awak media.

Sementara itu, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Babel, Mayres Kurniawan, menyayangkan sikap tersebut, yang menurutnya kurang bijak.

“Saya sangat menyayangkan dengan apa yang telah dilakukan oleh Rofiko, apalagi dia mengaku pernah menjabat di Kominfo, harusnya lebih terbuka kepada siapapun. Ini menyangkut ia sebagai seorang pimpinan yang notabene nya harus lebih arif dan bijak menyikapi sebuah masalah,” ujar Mayres.

“Bendera Merah Putih adalah milik negara dimana dia digaji oleh negara dari uang rakyat jadi kalau dia merasa tidak menerima atas kritikan kita sebagai rakyat Indonesia perihal bendera Merah Putih yang sobek itu, lebih baik dia jangan menjabat jadi kepala dinas dan jangan tinggal di Indonesia. Saya meminta gubernur Babel mengevaluasi kembali statusnya sebagai kepala dinas, masih banyak SDM-SDM muda yang lebih baik lagi dan lebih menghormati bendera Merah Putih,” ungkapnya.

Kardi, Sekretaris Mada LMP Provinsi Babel juga mengimbau para aktivis ormas agar turut memantau kondisi bendera di setiap kantor pemerintah di Provinsi Babel.

“Kami dari ormas yang ada di Propinsi Babel ini, tidak mau lagi melihat adanya bendera robek, yang tidak layak berkibar di setiap Kantor pemerintahan. Saya mengajak kawan-kawan ormas lainnya bersatu mengawasi bendera berkibar di setiap-setiap Kantor Pemerintah di Provinsi Babel ini,” tegas Kardi.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*