Tragedi Tenggelamnya Bocah di Pasir Padi Bay, Walikota Pangkalpinang Tunggu Hasil Sidak Dinas Pariwisata

Lokasi tenggelamnya bocah 8 tahun di kolam renang Pasir Padi Bay (dok. KM)
Lokasi tenggelamnya bocah 8 tahun di kolam renang Pasir Padi Bay (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menanggapi serius serta bertindak atas insiden tewasnya bocah 8 tahun di kolam renang Waterboom Pasir Padi Bay, Sabtu 8/5 lalu, dan kini masih menunggu hasil sidak dari Dinas Pariwisata.

Maulan Aklil, Walikota Pangkalpinang, menegaskan Pemkot akan melakukan tindak lanjut atas kejadian peristiwa yang merenggut nyawa anak yang bernama Alif Bin Sahroni, warga Toboali Bangka Selatan, tersebut.

Sebagai Walikota, pria yang biasa disapa Molen ini telah memberikan perintah kepada dinas terkait yakni Dinas Pariwisata untuk langsung sidak ke lokasi Water Boom Pasir Padi Bay.

“Soal kasus tewasnya anak delapan tahun di tempat wisata Pasir Padi Bay saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pariwisata untuk mengecek ke lokasi,” ujar Molen.

Pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengecekan yang dilakukan Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu. Waktu itu, Kepala Dinas Pariwisata Anggo Rudi pun mengaku telah mendatangi tempat wisata Pasir Padi Bay.

“Dengan memerintahkan dinas terkait untuk berkoordinasi, saat ini kita masih menunggu jawabannya, ” tegas Molen.

Selain itu, Pemkot bersama DPRD Pangkalpinang akan melakukan evaluasi terkait perizinan tempat wisata tersebut.

“Tentu akan kita evaluasi. Nanti bersama DPRD akan kita kaji, ” ungkap Molen.

Sebelumnya, diberitakan bahwa nyawa Alif bin Sahroni itu tidak bisa diselamatkan meskipun sempat dibawa ke Puskesmas terdekat.

Saat berenang, Alif tenggelam di kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 meter. Padahal, seharusnya anak-anak tidak berenang di kolam dewasa. Diduga terjadi kelalaian dari pihak pengelola Pasirpadi Bay sehingga petaka itu terjadi, namun penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan petugas.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*