Pertambangan Ilegal Di Kota Pangkalpinang Kian Marak, Walikota Bungkam

Salah satu aktifitas tambang ilegal yang berada di sekitar kota Pangkalpinang (dok. KM)
Salah satu aktifitas tambang ilegal yang berada di sekitar kota Pangkalpinang (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) – Maraknya akhir-akhir ini pertambangan pasir timah di wilayah Kota Pangkalpinang mengesankan aparatur pemerintah dan penegak hukum tak berdaya mengatasinya. Keadaan ini diperburuk oleh sikap Walikotanya yang terkesan bungkam terhadap permasalahan tersebut.

Dalam pantauan KM ketika meninjau beberapa titik lokasi pertambangan beberapa pekan lalu, tampak para penambang tidak menghiraukan Perda Kota Pangkalpinang, yang menetapkan bahwa wilayah Kota Pangkalpinang bukan kawasan pertambangan, yakni tidak boleh adanya aktivitas pertambangan.

Pekan lalu, Suparlan Dulaspar, Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang sewaktu dimintai konfirmasi oleh KM pernah meyampaikan bahwa pihaknya “risih sekali” dengan adanya aktivitas TI rajuk di Sungai Rangkui, karena di lokasi tersebut ada kegiatan pengerukan alur Sungai.

“Kami sangat resah adanya aktivitas TI rajuk, karena di lokasi itu ada juga kegiatan rutin yakni pendalaman alur Sungai Rangkui, sehingga para pekerja kami kesulitan melakukan pengerukan Sungai Rangkui itu,” ungkap Parlan.

Sementara itu, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil terkesan menghindar dari awak media. Ketika wartawan hendak meminta keterangan, ajudan Walikota menegaskan bahwa Maulan tidak bisa ditemui.

“Maaf pak, Bapak Walikota belum bisa ditemui, sebab sebentar lagi beliau mau keluar, untuk menghadiri kegiatan di luar,” ungkapnya.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*