Pembangunan Hotel di Jalan Pajajaran Korbankan Rumah Proklamator Kalimantan, Aktivis: “Pemkot Tidak Tahu Diri dan Bodoh!”

Pembangunan hotel di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, yang mengorbankan rumah bersejarah pahlawan nasional Brigjen Hasan Basry (dok. KM)
Pembangunan hotel di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, yang mengorbankan rumah bersejarah pahlawan nasional Brigjen Hasan Basry (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pembangunan sebuah hotel di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, yang mengorbankan sebuah rumah yang memiliki nilai sejarah, yakni salah satu rumah pahlawan nasional, Brigjen Hasan Basry, menurut aktivis Ruby Falahadi merupakan tindakan yang “tidak tahu diri”.

“Dengan adanya fakta sebuah rumah tinggal dengan nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia, tetapi seperti diabaikan bahkan diduga dianggap tidak bernilai. Ini jelas merupakan tindakan yang tidak tahu diri, bahkan terkesan sangat bodoh,” ungkap Rubi kepada kupasmerdeka.com, Rabu 19/6.

“Pembangunan hotel, tentunya berawal dari suatu proses perizinan. Kenapa dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor beserta dinas-dinas terkait tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, hingga memberikan izin pembangunan tersebut? Apakah karena ada proses yang bersifat komersil nantinya jika dibangun sebuah hotel?” tambah Rubi.

Kata Rubi, sekarang bangunan bersejarah tersebut sudah roboh dan hilang, diganti sebuah bangunan hotel megah yang bertingkat-tingkat. “Apa pertanggungjawabannya terhadap nilai sejarah tersebut?” katanya.

“Jika tidak ada tanggung jawab yang jelas, saat ini Pemkot Bogor sudah melakukan pembiaran hilangnya bagian sejarah bangsa, apalagi lokasi hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumah Dinas Walilota Bogor. Apakah itu untuk kepentingan masyarakat atau untuk kepentingan pengusaha- pengusaha yang tidak peduli sejarah bangsa Indonesia?” pungkas Rubi.

Adapun Brigjen Hasan Basry (1923-1984) adalah pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan yang turut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, dan dikenal dengan julukan “Bapak Gerilya Kalimantan”. Hasan Basry dikenal sebagai tokoh militer dan pembaca Proklamasi Kalimantan 17 Mei 1949, yang memproklamasikan bahwa Kalimantan merupakan bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Pasca Revolusi Kemerdekaan Indonesia, Brigjen Hasan Basry yang sempat menjadi Pangdam X/Lambung Mangkurat, juga sempat menjadi anggota MPRS dan anggota DPR.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*