Mangkir Saat Diminta Klarifikasi Soal Parkir Ilegal RS Hermina Bekasi, PT. Nusapala Dinilai Lecehkan Pemkot Bekasi

Tempat Parkir Yang Dikelola PT. Nusapala Group di RS Hermina Bekasi Selatan (dok. KM)
Tempat Parkir Yang Dikelola PT. Nusapala Group di RS Hermina Bekasi Selatan (dok. KM)

BEKASI (KM) – Pemanggilan PT. Nusapala Group dan RS Hermina terkait adanya dugaan pengelolaan parkir ilegal oleh Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi nampaknya bakal berbuntut panjang karena mangkirnya dua perusahaan tersebut.

Menyikapi masalah tersebut, LSM Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) melaporkan pihak PT. Nusapala Group selaku pengelola parkir RS. Hermina Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, karena dianggap telah merugikan pihak Pemerintah Kota Bekasi berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Wakil Ketua Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) Harry Pangestu membenarkan bahwa PT. Nusapala Group mangkir dan tidak mengindahkan surat panggilan saat dimintai keterangan oleh pihak Dishub Kota Bekasi terkait pengelolaan parkir secara ilegal di RS Hermina Margajaya.

Dirinya meminta pemerintah Kota Bekasi untuk menindak tegas oknum yang bisa merugikan masyarakat Kota Bekasi, apalagi menyangkut dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

“Kami sebagai perwakilan masyarakat Kota Bekasi sangat kaget Kalau sebesar dan seterkenal RS Hermina sampai berani melakukan tindak pelanggaran hukum dengan memiliki parkir ilegal dan membiarkan pengelolaan parkir ilegal yang dilakukan oleh PT. Nusapala,” ujar Harry kepada kupasmerdeka.com Kamis 13/6.

Harry juga sangat menyayangkan ketidakhadiran kedua perusahaan tersebut atas surat panggilan Dinas Perhubungan guna klarifikasi pada tanggal 31 Mei 2019. Menurutnya, itu sudah melecehkan Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Walikota Bekasi selaku pemimpin Kota Bekasi, karena terbukti mangkir dalam panggilan dan membiarkan pengelolaan parkir ilegal, padahal Kota Bekasi sendiri sedang giat-giatnya meningkatkan PAD.

“Untuk itu kami meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang baru serta Walikota Bekasi untuk memberikan tindakan tegas dengan cara menyegel pengelolaan parkir ilegal dari PT. Nusapala Group dan RS Hermina, dan kami juga akan melaporkan kedua perusahaan tersebut ke Polresta Bekasi Kota, karena terbukti telah melakukan praktek pungli secara Ttrstruktur dan tersistematis dari tahun 2017 sampai saat ini tahun 2019, kami akan menuntut secara tegas kepada pihak aparat kepolisian untuk segera menangkap aktor di balik kasus pungli ini, yakni direktur utama PT. Nusapala Group dan Direktur RS Hermina Kota Bekasi,” tegasnya.

Reporter: mon
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*