KUPAS KOLOM: Banjir Samarinda, Salah Pemerintah atau Kurang Sadarnya Masyarakat??

Kondisi banjir di Samarinda, Juni 2019
Kondisi banjir di Samarinda, Juni 2019

Oleh Hilarius Onesimus M. Jong, SH., MH.

Curah hujan yang deras dan berkepanjangan di berbagai kota di Indonesia, terkadang mendatangkan mimpi buruk bagi masyarakat salah satunya adalah datangnya banjir yang dapat merusak lingkungan, tempat tinggal sampai mengancam kesehatan karena banyaknya penyakit yang dapat menyerang kesehatan.

Seperti yang terjadi dikota Samarinda, Kalimantan Timur.
Curah hujan yang cukup tinggi telah membanjiri jalan dan rumah-rumah penduduk dan mengakibatkan aktifitas warga tidak berjalan produktif.

Yang menjadi pertanyaannya, apakah kita hanya bisa duduk dan menyalahkan pemerintah tanpa melakukan tindakan sedikitpun dan membiarkan persoalan ini menjadi makin parah?

Tentu tidak karena masalah banjir adalah masalah bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tapi semua pihak termasuk masyarakat juga harus terlibat. Pengelolaan banjir dilakukan bersama-sama antara pendekatan struktur dan nonstruktur.

Pendekatan struktur antara lain membangun waduk, bendungan, atau tanggul serta pelebaran atau pengerukan sungai. Pendekatan nonstruktur bisa dilakukan melalui edukasi ke masyarakat hingga peringatan dini. Karena kalau hanya pendekatan struktur, tentu persoalan ini tidak akan teratasi.

Ada beberapa penyebab banjir di Samarinda yang harus menjadi perhatian kita bersama:

1. Kerusakan hutan akibat penambangan batu bara dan pembangunan perumahan di pinggiran Kota Samarinda sehingga menyebabkan hilangnya resapan air. Ini menjadi tugas pemerintah untuk mengevaluasi semua izin tambang dan perumahan.

2. Kurangnya kesadaran masyarakat di dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada sungai dan selokan yang akhirnya menyebabkan sungai dan selokan menjadi tersumbat.

3. Tidak adanya proses reboisasi pasca tambang dan kurangnya hutan kota untuk sumber penyerapan air.

4. Banyaknya rumah-rumah di tepi sungai hingga mempersempit aliran sungai ditambah lagi dengan masuknya sampah rumah ke sungai.

Berangkat dari persoalan itu diperlukan ketegasan pemerintah dan juga kesadaran masyarakat, agar permasalahan banjir yang sering terjadi di waktu musim hujan tidak terlupakan begitu saja, di saat musim hujan selesai. Seolah-olah masalah sudah selesai hingga terjadi banjir berikutnya.

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*