Aktivis Soroti Ambruknya Atap Gedung Dinkes Kota Pangkalpinang, Duga Pengerjaan Tidak Sesuai Spesifikasi

Gedung Kantor Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang yang mengalami ambruk di bagian atap ruang rapat lantai 2 (dok. KM)
Gedung Kantor Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang yang mengalami ambruk di bagian atap ruang rapat lantai 2 (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) –
Ambruknya konstruksi atap gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, tepatnya di lantai 2 yakni di Ruang Rapat beberapa waktu lalu kali ini menjadi sorotan dan kritikan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKIP 45) Provinsi Babel.

Pembangunan gedung Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang itu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015, yang mana pelaksanaannya oleh PT Tiga Putra Wijaya dengan pagu dana sebesar Rp 3 miliar.

“Kami sebagai pegiat anti korupsi di Provinsi Babel menyayangkan dengan tragedi ambruknya atap di ruang rapat Dinas Kesehatan tersebut, saya menduga ambruknya atap itu tidak lepas dari adanya indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan oleh kontraktor,” ungkap M. Amin, Ketua LAKIP 45 Provinsi Babel, kepada KM kemarin 18/6.

Amin juga meminta pertanggungjawaban dari pihak Dinas dan kontraktor terhadap peristiwa tersebut.

“Dengan kejadian ambruknya atap gedung ini, kami sebagai Lembaga pegiat anti korupsi meminta kepada pengguna anggaran dan penyedianya untuk bertanggung jawab atas kejadian ini, karena kami melihat adanya indikasi ketidakberesan di proyek itu, karena ini adalah menggunakan uang rakyat,” tegas Amin.

“Saya berharap kepada para penegak hukum dan pihak terkait untuk menindaklanjuti dengan tegas ambruknya atap gedung tersebut karena gedung yang dibangun baru berumur 4 tahun,” harapnya.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*