Umat Katolik Samarinda Resmi Miliki Gereja Baru Senilai Rp61 Miliar, Pastor Moses Ungkap Kisahnya

Peresmian pembukaan Gereja Katedral baru di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu 1/5/2019 (dok. KM)
Peresmian pembukaan Gereja Katedral baru di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu 1/5/2019 (dok. KM)

SAMARINDA, KALTIM (KM) – Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Keuskupan Agung Samarinda telah diresmikan pada Selasa 30 April 2019 kemarin. Gereja yang berada di Jalan Sudirman Kota Samarinda itu didirikan di atas tempat Gereja Katedral lama dan kegiatan peresmiannya dilakukan dalam dua sesi kegiatan, yang pertama adalah peresmian yang diselenggarakan pada hari Selasa 30 April 2019 dan yang kedua adalah Misa Pemberkatan pada hari Rabu 1 Mei 2019.

Pastor Paroki Katedral, Pastor Moses Komela Avan mengungkapkan jika Gereja Katedral tersebut dahulunya adalah Gereja Paroki Samarinda yang didirikan pada tahun 1953 yang kemudian dijadikan Gereja Katedral pada saat Keuskupan Agung Samarinda dibentuk pada tahun 1961.

“Gedung Gereja yang lama sudah tidak layak digunakan, sudah rapuh dan daya tampungnya sedikit, sehingga kami memutuskan untuk membangun Gedung Gereja yang baru,” ungkap Pastor Moses.

“Gedung gereja ini mulai dibangun pada 14 Desember 2017, pada saat itu dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kalimantan Timur, waktu itu Bapak Prof. Dr. Awang Faroek Ishak dan pada hari yang sama juga dilaksanakan misa pemberkatan tanah bangunan ini,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pembangunan Gereja ini juga menyebutkan bahwa untuk membangun fisik gedung dari awal sampai akhir menghabiskan dana sekitar Rp 61 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp 53,8 miliar dan donatur dari umat serta pihak lain sekitar Rp 7,3 miliar.

Advertisement

Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjo Susanto dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang turut bekerja sama dalam membangun gereja ini.

“Kami umat Katolik disini sangat berbahagia mempunyai gedung gereja baru, gedung gereja ini berkapasitas 2.000 orang di lantai utama lantai 2, 500 orang di tribun atas, dan pada saat hari besar bisa memakai lantai bawah yang juga bisa menampung 2.000 umat,” tuturnya.

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang juga merupakan tokoh Katolik nasional, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, mantan Gubernur Kalimantan Timur Prof. Dr. Awang Faroek Ishak dan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang.

Acara peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri ESDM, penandatanganan prasasti peresmian oleh Gubernur Kalimantan Timur dan Uskup Agung Samarinda dan diakhiri dengan pembukaan tirai nama Gereja Katedral di depan gedung gereja.

Reporter: Yogi prasetio
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: