OTT Suap Jerat Advokat, PERADI SAI Kaltim Prihatin

Ketua PERADI SAI Kaltim, Hendrich Juk Abeth
Ketua PERADI SAI Kaltim, Hendrich Juk Abeth

SAMARINDA (KM) – Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Suara Advokat Indonesia (SAI) Kalimantan Timur Hendrich Juk Abeth menyikapi adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Balikpapan terhadap seorang advokat. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas OTT tersebut dan menyayangkan fakta bahwa masih banyak saja praktik suap terjadi di pengadilan.

“Tentu motifnya bisa beragam yang menjadi pemicu terjadinya, bisa saja karena permintaan klien agar putusan kasusnya bisa sesuai dengan apa dia inginkan atau juga bisa karena keinginan advokat itu sendiri untuk bisa memenangkan perkara ditanganinya,” ungkap Hendrich kepada kupasmerdeka.com, Sabtu 4/5.

“Dan juga dengan membebankan biaya pada klien, atau bisa juga karena pihak yang disuap lebih dulu memberi peluang atau sinyal sehingga advokat tergoda,” tambah Hendrich.

“Para advokat harusnya bekerja secara profesional serta berpegang teguh kepada kode etik profesi advokat,” tambahnya.

“PERADI SAI mendukung setiap upaya penegakan hukum, karena kita juga adalah penegak hukum, saya selalu ingatkan anggota saya agar bisa bekerja secara jujur karena advokat ini juga tidak kebal hukum,” tutur Hendrich.

Hal senada disampaikan Sekertaris Jendral (Sekjen) LSM KPK Tipikor Kalimantan Timur Hilarius Onesimus Moan Jong. Menurutnya, kasus ini hanyalah sebuah fenomena gunung es karena praktik suap-menyuap baik di Kepolisian, Kejaksaaan sampai pada Pengadilan sangat masif terjadi.

“Ya kami sudah memiliki data-data itu, yang siap kami laporkan ke mitra kerja kami KPK RI, kami juga akan terus bekerja untuk mencegah praktik-praktik korupsi di Kalimantan Timur,” pungkas Hilarius.

Reporter: Yogi P
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*