KPAD Babel dan KPAI Berikan Penghargaan kepada Mediator Berjasa

Ketua KPAD Babel menyerahkan penghargaan kepada mediator berjasa, Kamis 9/5/2019 (dok. KM)
Ketua KPAD Babel menyerahkan penghargaan kepada mediator berjasa, Kamis 9/5/2019 (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bangka Belitung secara simbolis memberikan penghargaan “Peduli Perlindungan Anak” kepada mediator berjasa, Kamis 9/5 di ruang kerja Ketua KPAD Babel. Syawaludin, mediator itu, dinilai telah banyak berkiprah dalam membantu memediasi para pihak bersengketa atau berkonflik yang telah dilaporkan secara resmi di KPAD Babel.

Menurut Ketua KPAD Babel, Sapta Qodriyah, Syawaludin adalah mediator profesional yang bersertifikat akreditasi Mahkamah Agung telah bergabung membantu memediasi kasus yang dilaporkan ke KPAD Babel sejak dua tahun lalu.

Hampir 80% kasus yang dilaporkan masyarakat terkait perlindungan anak diselesaikan oleh KPAD melalui strategi pendekatan mediasi.

“Syawaludin telah banyak membantu tugas-tugas utama KPAD Babel selama ini, dan tentu sudah sewajarnya kami memberikan penghargaan kepada beliau atas dedikasinya terhadap perlindungan anak di Bangka Belitung selama ini,” ujar Sapta kepada awak media.

Sementara Syawaludin usai penyerahan penghargaan tersebut mengucapkan terima kasih kepada KPAI dan secara khusus kepada KPAD Babel atas kepercayaan yang selama dua tahun ini diberikan kepadanya. Menurut Syawal, pendekatan penyelesaian sengketa/konflik yang terjadi antara pihak melalui jalur mediasi sudah sangat tepat. Karena dalam mediasi yang ditempuh bukan pertarungan menang dan kalah, tetapi lebih kepada musyawarah mufakat duduk bersama dengan itikad baik mencari akar permasalahan, mencari solusi terhadap alternatif-alternatif masalah, sehingga para pihak terbantu dan memahami keputusan mereka secara tepat dengan win–win solution

Advertisement
. Saat ini pun, Mahkamah Agung sangat menganjurkan berbagai penyelesaian sengketa terutama perdata, dan pidana ringan diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi, sebelum masuk ke ranah hukum. Cara ini akan mengurangi jumlah sengketa yang selama ini menumpuk di pengadilan.

Syawaludin mengatakan bahwa perannya selama ini sebagai mediator independen KPAD Babel adalah membantu para pihak yang bersengketa khusus mengenai sengketa perlindungan terhadap anak, agar para pihak yang bersengketa tersebut menemukan alternatif keputusan.

“Selama ini banyak kasus yang diselesaikan, hanya karena para pihak tidak memiliki pemahaman yang sama, terlalu mementingkan ego pribadi, tidak mau mengalah satu sama lainnya, cenderung mendominasi salah satu pihak, menghindar dari masalah, salah pengertian ataupun komunikasi yang kurang efektif menjadi pemicu konflik yang terjadi, oleh karena itu melalui komunikasi mediasi yang kita lakukan, maka saluran komunikasi yang tersendat tersebut dapat terbuka, sehingga para pihak menyadari kerugian apabila tidak mau berkompromi dalam menyelesaikan masalah ini,” ujar Syawal sembari mengatakan bahwa dirinyapun berterima kasih kepada KPAD Babel atas kesempatan untuk mengabdikan soft skill yang dimilikinya kepada masyarakat.

“Semoga bermanfaat dan KPAD Babel semakin mampu menangani setiap persoalan yang menyangkut perlindungan anak di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkas Syawal.

Reporter: Dedy wahyudy

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: