Tuding Sebarkan Kabar Bohong, IMPI Laporkan Prabowo ke Bareskrim Atas Klaim “Real Count”

Ade Armando (dok. KM)
Ade Armando (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Calon presiden Prabowo Subianto dan kubu pendukungnya harus siap-siap menghadapi polisi dan pengadilan bila ternyata klaimnya bahwa mereka memenangkan 62 persen suara berdasarkan real count tidak sesuai dengan hasil penghitungan resmi KPU. “Kalau mereka bohong, mereka terancam hukuman 10 tahun penjara sesuai UU no 1 tahun 1946,” kata Ade Armando, juru bicara Ikatan Masyarakat Peduli Indonesia, Senin 22/4.

Pernyataan ini dilontarkan seusai IMPI menyampaikan laporan pada Bareskrim Polri tentang pidato Prabowo pada tanggal 17 dan 18 April yang berisi klaim bahwa berdasarkan real count di 320.000 TPS, Prabowo sudah mengalahkan calon petahana Joko Widodo dan sudah menjadi Presiden Indonesia.

IMPI yakin bahwa klaim tersebut “tidak benar”.

Pihak kepolisian menerima pelaporan itu. Tapi, Menurut Ade, pelaporan tersebut saat ini belum bisa ditindaklanjuti kepolisian mengingat perlu ada bukti bahwa klaim tersebut merujuk pada data yang salah.

“Indikatornya adalah hasil penghitungan suara oleh KPU,” kata Ade. “Tapi begitu tanggal 22 nanti ternyata Prabowo kalah, polisi akan mulai memeriksa kebohongan Prabowo tersebut.”

Advertisement

Menurut Ade, yang berpotensi terkena ancaman hukum pidana bukan hanya Prabowo, tapi juga semua pihak yang mengklaim real count yang sebenarnya berbeda dari hasil KPU.

“Kalau hasil quick count tidak bermasalah,” ujar Ade. “Tapi istilah real count hanya bisa merujuk pada penghitungan KPU.”

Karena itu Ade menyarankan semua pihak untuk berhati-hati menyatakan hasil real count. “Konsekuensinya serius,” ujar Ade.

Menurut Ade, saat ini pihak kepolisian terus memantau klaim-klaim sepihak berbagai pihak. “Tapi polisi tidak bisa gegabah bertindak karena memang harus bisa membuktikan bahwa data tersebut salah,” ujar Ade.

Karena itu, menurut Ade, sesudah tanggal 22 Mei nanti, begitu pengumuman resmi KPU keluar, Prabowo dan kubunya perlu kuatir dipanggil polisi dan dipengadilankan.

“Karena itu hentikan sajalah klaim-klaim real count itu,” kata Ade. “Masak Prabowo akhirnya masuk penjara gara-gara bohong soal real count?”

Reporter: Red
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: