Presidium Nasional BEM PTM Himbau Paslon Menahan Diri dari “Perang Klaim Kemenangan”

Ketua Presidium nasional BEM PTM Zona 3, Iksan Awaludin (dok. KM)
Ketua Presidium nasional BEM PTM Zona 3, Iksan Awaludin (dok. KM)

BOGOR (KM) – Usai pemilihan presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan secara serentak bersamaan dengan pemilihan legislatif di seluruh Indonesia kemarin 17/4 kini masyarakat menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI atau “real count” yang ditampilkan dalam website resmi KPU. Walau sering dijadikan patokan, namun berbagai pihak tetap menghimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai hasil hitung cepat yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga survei.

Saling hitung dan saling klaim kemenangan pun sudah dimulai sejak dimulainya perhitungan suara yang masuk dan dinilai menyebabkan suhu politik memanas.

Melihat situasi tersebut, Presidium BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Zona III (DKI, Jabar, Banten), Iksan Awaludin menghimbau kepada kedua paslon yang sedang berkompetisi agar menahan diri dan tidak saling klaim kemenangan guna menjaga situasi politik negeri tetap kondusif.

“Saya meminta kepada paslon nomor 1 Jokowi-Ma’ruf dan paslon nomor 2 Prabowo-Sandiaga agar bisa menenangkan para pendukungnya supaya tidak saling serang,” ujar Iksan kepada KM 18/4.

“Tanah air Indonesia wajib kondusif, perang saling klaim kemenangan yang dilakukan masing-masing tim pemenangan menaikkan tensi emosi antara dua kubu tersebut. Saya meminta para pasangan calon untuk memberi contoh sikap bijak dan kenegarawanan, sebaiknya mereka menahan diri karena walau bagaimanapun juga quick count itu bukan hasil resmi yang digunakan untuk pengumuman hasil pilpres 2019,” lanjut Iksan.

Iksan juga mengharapkan agar hasil resmi perolehan suara kedua Paslon yang akan dirilis KPU RI dilakukan melalui rekapitulasi terbuka.

“Yang harus para Paslon lakukan adalah menenangkan situasi yang sedang kisruh di negara Indonesia ini dan memberi contoh yang baik kepada warga tentang kepemimpinan politik untuk siap menang dan siap kalah, bukan lagi saling klaim kemenangan,” imbuh Iksan.

“Paslon juga tetap harus mengawal hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU RI, bukan malah memprovokasi yang memicu kebingungan dan perpecahan di grassroots yaitu masyarakat. Tak hanya itu, KPU RI harus menjaga kepercayaan publik, sebab selisih suara yang sedikit rentan dipolitisasi,” tandas Iksan.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*