Dugaan Kampanye di Kampus UIKA, Wakil Rektor: “Hanya Pembagian Kaos dan Foto Bersama”

Dugaan kampanye di wilayah kampus Universitas Ibn Khaldun (dok. Instagram @immasnurhayati)
Dugaan kampanye di wilayah kampus Universitas Ibn Khaldun (dok. Instagram @immasnurhayati)

BOGOR (KM) – Beredar di media sosial (medsos) dugaan kampanye di lingkungan pendidikan, tepatnya di kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, disikapi Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Tanah Sareal, Kota Bogor, Supriantona Siburian.

“Kami akan telusuri permasalahan tersebut, melihat secara regulasinya ini termasuk dugaan tindak pidana Pemilu, maka kami akan berkoordinasi dengan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor dan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” ungkap pria yang akrab disapa Anto kepada KM, Selasa 10/4.

“Dugaan pelanggaran tersebut jelas dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 huruf h yang berbunyi ‘Pelaksana, peserta, dan tim kampanye Pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan’,” lanjutnya.

“Jadi apabila hasil pembahasan keterangan di medsos tersebut, perlu untuk diminta keterangan, maka kami akan meminta keterangan kepada yang bersangkutan. Apabila Rektor UIKA perlu dimintai keterangan pun, akan kami panggil,” tutur Anto.

Sementara Wakil Rektor III UIKA Bogor Hariansyah membenarkan adanya pemakaian atribut baju salah satu calon Presiden di lingkungan kampus UIKA Bogor, tapi “bukan kampanye”.

“Ya pemakaian baju tersebut bukan kampanye ataupun sosialisasi, baju tersebut diberikan oleh salah seorang alumni kampus UIKA,” ungkap Hariansyah saat dihubungi kupasmerdeka.com, Rabu 10/4.

“Ya tidak ada kampanye apapun di lingkungan kampus, hanya pemberian kaos dari alumni lalu foto bersama,” jelasnya singkat.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*