Presidium Putra Daerah Kabupaten Bogor Desak Bupati Segera Evaluasi Dispora

Ketua Presidium Putra Daerah Kabupaten Bogor, Iksan Awaludin (dok. KM)
Ketua Presidium Putra Daerah Kabupaten Bogor, Iksan Awaludin (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ketua Presidium Putra Daerah Kabupaten Bogor, Iksan Awaludin, kembali menyoroti dugaan permainan anggaran di tubuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor terkait masih seringnya Dispora Kabupaten Bogor menyelenggarakan pelatihan OKP sejak awal 2019.

Iksan berpendapat, seringnya pelaksanaan pelatihan OKP oleh Dispora yang dilakukan hampir seminggu sekali sejak awal tahun 2019 mengundang tanda tanya karena diduga masih menggunakan anggaran tahun 2018 yang semestinya sudah ada laporan pertanggung jawabannya sementara untuk anggaran 2019 belum ketuk palu.

“Bupati Bogor harus segera mengambil tindakan mengevaluasi Dinas kepemudaan dan olahraga (Dispora) karena terlalu banyak persoalan yang terjadi di dalam tubuh dispora Kabupaten Bogor,” kata Iksan kepada KM kemarin (11/3).

“Persoalan yang hari ini sedang ramai adalah persoalan Dispora sering mengadakan sebuah pelatihan kepada OKP dan persoalan Porda yang tak kunjung selesai. Kami fokus pada persoalan pelatihan, hampir bisa dikatakan satu minggu sekali kegiatan itu dilaksanakan, tetapi kalau kita melihat kepada regulasi anggaran tahun 2019 itu belum ada penurunan anggaran dari hasil kesepakatan sidang paripurna dan di sini saya menduga Dispora ini masih menggunakan anggaran 2018 dalam pelaksanaan pelatihan tersebut,” lanjut Iksan menegaskan.

“Berbicara regulasi aturan main anggaran adalah ketika di akhir tahun seharusnya Dispora ini sudah memberikan laporan kerjanya dan tidak bisa lagi digunakan di beda tahun, karena beda tahun beda anggaran dan kalau cara kerjanya seperti ini, Dispora tidak proporsional dan profesional dalam bekerja menjalankan tugasnya,” imbuh Iksan.

Lebih lanjut Iksan juga menduga jika ada permainan atau politisasi kegiatan Dispora demi kepentingan syahwat pribadi, dan menurutnya hal tersebut merupakan suatu tindakan yang “memalukan”.

“Perlu diketahui kalau Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) merupakan dinas yang secara intens berfungsi sebagai fasilitator untuk pengembangan kepemudaan sebagaimana yang tertuang dan termaktub dalam Undang-Undang 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,” pungkasnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*