Aktivis Khawatirkan Potensi Perpecahan Pasca Pilpres

Pemilu 2019 sudah diambang mata. Panglima Revolusi dan Penyambung Lidah Rakyat, Abida Rahmat khawatir terjadi perpecahan di tengah masyarakat lantaran perbedaan pilihan politik. (dok. KM)
Pemilu 2019 sudah diambang mata. Panglima Revolusi dan Penyambung Lidah Rakyat, Abida Rahmat khawatir terjadi perpecahan di tengah masyarakat lantaran perbedaan pilihan politik. (dok. KM)

LANGSA (KM) – Hanya tinggal beberapa hari lagi pelaksanaan Pemilu 2019 digelar serentak di Indonesia. Kekhawatiran akan adanya perpecahan di tengah masyarakat akibat perbedaan pilihan Capres-Cawapres, menguat di sejumlah pihak, termasuk bagi ketua LSM Panglima Revolusi dan Penyambung Lidah Rakyat, Abida Rahmat.

Lewat pesan yang disampaikan aktivis senior itu secara tertulis kepada KM, ia menghimbau agar masyarakat menghindari adu fisik dalam pesta demokrasi mendatang.

“Mari jadikan perbedaan keragaman sebagai kekayaan yang tak ternilai harganya. Jangan kita buat perpecahan sesama anak bangsa ini. Karena perbedaan keragaman, suku agama, bahasa, kita pasti mampu bersatu membangun negeri yang kita cintai dan kita jaga sampai titik darah penghabisan,” ujar Abida.

“Kita jangan sampai beradu fisik gara-gara pesta demokrasi dalam Pemilu ini. Jangan sampai kita berdarah-darah semata demi mempertahankan baik dari Kubu 01 atau Kubu 02. Mari kembali mengingat bahwa tanggal 17 April 2019 bukan hari kiamat,” tegasnya.

Advertisement

Menurutnya, Pemilu 5 tahun sekali adalah pesta demokrasi bangsa dan negara yang berdaulat. Sehingga Abida meminta kepada para tokoh politik agar jangan mencari kesalahan orang lain.

“Akan tetapi ingatlah kesalahan dirimu pada orang lain dan janganlah mengungkit-ungkit pemberianmu pada orang lain. Tetapi ingatlah pemberian orang lain untukmu,” tambahnya.

Abida menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia senantiasa merenung diri masing-masing. “Jangan sampai gelombang internasional memporak-porandakan negeri ini menjadi Balkan Asia,” katanya.

Sementara itu terkait pemimpin Indonesia ke depan, Abida menjelaskan agar memilih pemimpin yang amanah dan bisa menciptakan perubahan-perubahan mutu dan nasib masyarakat Indonesia.

“Kepada para elit bangsa Indonesia, berilah contoh yang santun dalam menyampaikan sesuatu di dalam perdebatan. Janganlah berapi-api menyampaikan sesuatu seakan-akan kebenaran ada padamu sehingga ada celah yang bisa membuat perpecahan,” pungkasnya.

Reporter: Muddin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: