Proses E-KTP Lambat, Pengangguran Marak: DPRD Depok Laporkan Keluhan Masyarakat Usai Reses

Para Anggota DPRD Dan Perangkat Daerah Kota Depok Saat Pembukaan Sidang Paripurna (dok. KM)
Para Anggota DPRD Dan Perangkat Daerah Kota Depok Saat Pembukaan Sidang Paripurna (dok. KM)

DEPOK (KM) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok melangsungkan Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian hasil Reses DPRD Kota Depok masa sidang ke-2 tahun 2018-2019 sekaligus penyampaian rencana kerja DPRD Kota Depok Tahun 2020, di Gedung DPRD Kota Depok, Selasa 26/2.

Dalam rapat tersebut, anggota Dewan dari masing-masing Fraksi menyampaikan keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat diantaranya mengenai lambannya proses pembuatan E-KTP di Kelurahan, kelanjutan penanganan sampah, banjir akibat kurangnya resapan air.

Anggota Dewan dari Fraksi Golkar, Nurhasyim usai mengikuti rapat mengatakan jika masih banyak keluh kesah yang dirasakan masyarakat di Kota Depok seperti masalah pelayanan BPJS di rumah sakit, masyarakat yang tidak mendapatkan kartu KIS, penyerapan tenaga kerja di Depok belum maksimal seperti masih maraknya pengangguran dan lainnya.

“Oleh karena itu kami mendorong pemerintah agar mendata ulang masyarakat yang tidak mampu, agar diberikan bantuan berupa kartu KIS, dan lainnya,” kata Nurhasyim.

“Terkait masalah ketenagakerjaan, kami mendorong pemerintah Kota Depok agar lebih menekankan kepada setiap perusahaan, apartemen dan lainnya yang melakukan kegiatan usaha di Kota Depok untuk mengutamakan pegawai dari masyarakat yang beridentitas Depok,” lanjut Nurhasyim.

“Kami mengimbau kepada pemerintah Kota Depok untuk menekankan kepada para pelaku usaha di Kota Depok yang ada di Depok agar 60% tenaga kerja berasal dari masyarakat Kota Depok itu sendiri,” pungkasnya.

Dalam Sidang Paripurna tersebut terdapat sekitar 21 anggota DPRD yang tidak hadir dengan rincian 13 ijin, 5 tanpa keterangan, dan 3 orang yang sedang sakit.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*