KPAD Babel Sidak Panti Sosial Bina Serumpun, Tinjau Kondisi Sarana dan Penghuni

Ketua KPAD Provinsi Babel Sapta Qodria Muafi saat berbincang dengan 2 anak yang berhadapan dengan hukum di Panti Sosial Bina Serumpun, Pangkalpinang, Jumat 11/1/2019 (dok. KM)
Ketua KPAD Provinsi Babel Sapta Qodria Muafi saat berbincang dengan 2 anak yang berhadapan dengan hukum di Panti Sosial Bina Serumpun, Pangkalpinang, Jumat 11/1/2019 (dok. KM)

PANGKALPINANG (KM) – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Babel melakukan inspeksi mendadak ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Panti Sosial Bina Serumpun, sebuah lembaga penyelenggara kesejahteraan sosial (LPKS) di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Babel, Jumat 11/1.

Ketua KPAD Provinsi Babel Sapta Qodria Muafi disambut oleh Kepala UPTD Panti Sosial Bina Serumpun Nizwan Sastra Yuda beserta jajarannya.

Dalam sidak tersebut, KPAD Babel meninjau bangunan, fasilitas, pelayanan dan penghuni panti sosial yang diperuntukan bagi anak terlantar dan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) itu. Lokasi bangunan ini terletak di Komplek Perkantoran Gubernur Air Itam, Pangkalpinang

Selain meninjau bangunan dan fasilitasnya, Sapta sempat melakukan interaksi dengan dua anak yang berhadapan dengan hukum. Menurut keterangan kedua anak tersebut di LPKS, mereka banyak mendapat bimbingan dan memiliki sejumlah kegiatan, salah satunya adalah bercocok tanam.

“Kami dari KPAD sesuai dengan poksi pengawasan kami mendadak datang ke LPKS, untuk melihat keadaan dan langsung berinteraksi dengan anak-anak disini seperti apa. Dari hasil sidak kami mendapatkan bahwa anak-anak disini terjamin dari fasilitas dan program-program yang ada disini,” ujar Sapta.

Ditambahkan Sapta, kedepan pihaknya akan bersinergi dengan UPTD Panti Sosial Bina Serumpun untuk pendamping atau pekerja sosial sesuai dengan sistem peradilan anak untuk anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

Sementara itu, Kepala UPTD Panti Sosial Bina Serumpun Nizwan Sastra Yuda mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas bagi anak terlantar dan ABH.

“Disini kami sudah menyediakan berbagai fasilitas dan program seperti asrama, menyiapkan makanan, pendidikan rohani, dan keterampilan. Pada 2018 lalu ada 18 anak yang ditampung disini dan sekarang ada 4 anak, sedangkan LPKS ini dapat menampung 25 orang anak,” jelas Nizwan.

Untuk meningkatkan pelayanan, UPTD Panti Sosial Bina Serumpun juga akan bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Tenaga Kerja untuk keterampilan anak, Kemenag untuk bimbingan religi dan untuk pendidikan akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

Reporter: Robi Karnito/Herdianto
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*