KPTB Kecam Ungkapan Kadinsos Kota Bogor Bahwa Terminal Baranangsiang “Sarang Preman”

Kondisi Terminal Baranangsiang, Kota Bogor (dok. KM)
Kondisi Terminal Baranangsiang, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ungkapan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Azrin Syamsudin kepada media bahwa Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, merupakan “sarang preman” memancing kontroversi.

Sebelumnya Azrin menyatakan bahwa pengawasan keamanan di Terminal Baranangsiang memang “sangat lemah”. Ia mengaku sempat menangani langsung masalah ini ketika masih menjabat sebagai Asda Kota Bogor.

“Jadi jangan kaget kalau di sana ada banyak preman. Atau pun mungkin ada satu kumpulan yang mengatasnamakan sebuah organisasi yang harus dikonfirmasi apa kerjanya,” ujar Azrin.

Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) pun merasa geram dengan pernyataan pejabat Pemkot Bogor tersebut.

Wakil Ketual KPTB Faisal mengaku bahwa pernyataan tersebut sudah mengusik warga yang mencari nafkah di Terminal Baranangsiang.

“Kami disini kerja, cari nafkah buat keluarga dengan halal, bukan jadi preman. Seharusnya kalau mau memberikan statement dikaji terlebih dahulu, jangan asal mengeluarkan statement. Kami tidak terima bahwa terminal disebut menjadi sarang preman,” ungkap Faisal kepada awak media, Sabtu 12/1.

“Di Terminal Bis Baranangsiang memang ada organisasi yang diberi nama KPTB yang mengkoordinir warga terminal agar tertib. Bukan untuk menjadi preman, melainkan bagaimana mencari rejeki yang halal,” lanjutnya.

“Menurut saya sangat salah, jika konotasinya bahwa terminal itu merupakan orang yang brutal, arogan maupun premanisme. Coba kalian datang ke terminal, lihat secara detail dimana sarang premannya?” ujar Faisal.

“Saya meminta kepada seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor agar jangan asal memberikan statement, namun, harus dilihat dulu kondisi terminal Baranangsiang saat ini,” geramnya.

“Sekali lagi kami tegaskan, bahwa kami disini cari rejeki yang halal, tidak mencopet, tidak mencuri, menipu apalagi korupsi,” tegasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*