Ketua DPRD Rote Ndao Bantah Enggan Temui Keluarga Boik

Ketua DPRD Alfred Saudila (kiri) dan Anwar Kiah, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao (dok. KM)
Ketua DPRD Alfred Saudila (kiri) dan Anwar Kiah, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao (dok. KM)

ROTE NDAO, NTT (KM) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila membantah bahwa dirinya menolak menemui massa Keluarga Boik yang melakukan aksi di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao Senin 21/1 kemarin.

“Apa yang disampaikan dari anggota DPRD Anwar Kiah bahwa saya menolak bertemu dengan pengunjuk rasa dari keluarga Boik, itu salah besar,” ungkap Alfred di ruang kerjanya kepada awak media, Selasa 22/1.

“Jadi apa yang disampaikan Anwar Kiah, menurut saya, dia berbicara secara personal (pribadi) bukan secara Lembaga DPRD. Kita bukan tidak mau menerima, tetapi kita sebagai wakil rakyat juga, harus menerima secara kelembagaan DPRD bukan atas pribadi,” jelas Alfred.

Kata Alfred, apalagi dua pimpinan DPRD sedang tidak ada. “Oleh karena itu jika terjadi sesuatu maka siapa yang akan bertanggung jawab?”

Advertisement

“Secara lembaga kita menghargai keluhan mereka, namun apapun tindakan kita sebagai wakil rakyat, harus melihat kembali pada surat-surat dari mereka yang masuk kepada kita,” tegas Alfred.

“Intinya tudingan kepada saya dari anggota DPRD Anwar Kiah, yang menolak bertemu pengujuk rasa itu salah besar,” tegas Alfred.

Sebelumnya, sejumlah warga Kabupaten Rote Ndao yang tergabung dalam keluarga besar Boik dari Desa Sangaoen, Kecamatan Lobalain, mendatangi Kantor Bupati Rote Ndao dan Kantor DPRD Rote Ndao Senin kemarin (21/1) untuk menuntut hak atas tanah mereka yang sudah digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk gedung Kantor Bupati selama hampir 15 tahun.

Reporter: Dance henukh
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: