Warga Pemegang BPJS Mandiri Keluhkan Pelayanan Buruk di RS PMI Bogor
BOGOR (KM) – Kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, bahkan terkesan tidak manusiawi, bagi warga kurang mampu kembali terjadi di Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.
Yayah Rukiyah (64) warga Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mengalami sesak nafas dan kaki tidak bisa digerakkan, dan langsung tidak sadarkan diri. Keluarganya pun segera memboyongnya ke RS PMI untuk mendapatkan perawatan.
“Kami keluarga langsung membawa ke RS. PMI. Sepanjang perjalanan kondisi ibu saya tidak sadarkan diri. Tiba di UGD RS. PMI ibu saya sadarkan diri dan diberikan suntik dan obat. Dalam keadaan sesak nafas dan kaki yang tidak bisa digerakkan, seorang dokter menyatakan tidak diperlukan rawat inap,” ungkap seorang anaknya, Eny, kepada kupasmerdeka.com, Rabu 19/12.
“Dengan kondisi ibu saya sepeti itu, pihak keluarga tentunya sangat khawatir, jadi keluarga memutuskan untuk rawat inap. Dengan BPJS Mandiri yang kami miliki,” sambungnya.
“Namun pihak RS.PMI meminta untuk rawat inap dengan umum saja, jangan dengan BPJS, serta meminta deposito uang sebesar Rp 5jt,” lanjut Eny.
“Ini membuat bingung keluarga seakan pasien BPJS tidak mendapatkan pelayanan yang selayaknya. Bahkan kami disarankan untuk pulang saja,” tuturnya.
“Setelah menunggu kejelasan, sejak kami datang ke RS. PMI sekitar pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB, tanpa ada penanganan, kami memutuskan untuk pindah ke RSUD Kota Bogor. Alhamdulillah di RSUD, ibu saya langsung mendapatkan pemeriksan pelayanan, pemasangan oksigen dan ruang untuk rawar inap,” terang Eny.
Reporter: ddy
Editor: HJA
Leave a comment