Saksi Kasus Penyelewengan Dana Desa Lidamanu Mangkir Lagi, Kajari Ba’a Rote Ancam Jemput Paksa

Feky Siubelan, Ketua TPK Desa Lidamanu (kiri) dan Yat Muskananfola, Bendahara Desa Lidamanu (istimewa)
Feky Siubelan, Ketua TPK Desa Lidamanu (kiri) dan Yat Muskananfola, Bendahara Desa Lidamanu (istimewa)

ROTE NDAO, NTT (KM) – Kejaksaan Negeri Ba’a Rote sudah empat kali melakukan pemanggilan terhadap Feky Siubelan, Ketua TPK Desa Lidamanu dan Yat Muskananfola, Bendahara Desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, setelah keduanya mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Ba’a Rote.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ba’a Rote, Edy Hartoyo, mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemanggilan melalui surat terhadap Feky Seubelan untuk didengar dan dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017.

“Kami sudah melayangkan surat ketiga kepada Feky Siubelan selaku Ketua TPK dan Yat Muskananfola selaku Bendahara Desa Lidamanu untuk menghadap ke salah satu penyidik yang ada di Kantor Kejaksaan Negeri Ba’a namun hari ini Feky Siubelan dan Yat Muskananfola Bendahara Desa tidak datang memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan tanpa alasan yang jelas,” ungkap Edy Hatoyo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin 10/12.

Menurutnya, jika pada panggilan pertama tidak dapat memenuhi panggilan penyidik, pihaknya akan kembali menyurat kembali pada pekan depan seperti surat pemberitahuan yang dilayangkan sebelumnya hingga ketiga kalinya. Namun jika sampai surat panggilan ketiga Feky Siubelan dan Yat Muskananfola tidak datang untuk menghadap penyidik dan tetap mangkir terpaksa pihaknya akan melakukan penjemputan secara paksa, “jika dalam waktu dua-tiga hari ini mereka tidak datang.”

“Kalau untuk panggilan ketiga Feky Seubelan ketua TPK dan Yat Muskananfola Bendahara Desa Lidamanu masih tetap mangkir kami masih berikan toleransi, namun jika yang bersangkutan sudah empat kali kami layangkan surat panggilan, namun tidak kooperatif dan tetap saja mangkir terpaksa yang kami lakukan terhadap sang pangeran Ketua TPK Feky Siubelan dan Yat Muskananfola Bendahara Desa Lidamanu akan kami jemput secara paksa,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap, agar ketua TPK dan Bendahara Desa Lidamanu bersikap kooperatif untuk datang memenuhi panggilan penyidik agar pihaknya dapat mendapat keterangan dari yang bersangkutan terkait perkara tindak pidana korupsi penyimpangan ADD dan DD 2017. “Sehingga kasus ini bisa terselesaikan dengan secepatnya,” pungkasnya.

Reporter: Dance henukh
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*