KUPAS KOLOM: Lebih Penting Stadion, Sekolah Di Kabupaten Bekasi Banyak Rusak

Kondisi prihatin ruang kelas slah satu SD Negeri di Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Kondisi prihatin ruang kelas slah satu SD Negeri di Kabupaten Bekasi (dok. KM)

Oleh Adri Zulpianto
Koordinator ALASKA (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran)

Banyak sekolah di Kabupaten Bekasi rusak berat, sedangkan anggaran yang disediakan hanya untuk memelihara stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 mencapai jumlah sebesar Rp 6,5 miliar lebih.

Kami Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (ALASKA) meminta kepada BPK untuk melakukan audit kepada Pemkab Bekasi atas pembangunan dan pemeliharaan stadion Wibawa Mukti, karena kami menilai besarnya potensi daerah yang dikorupsi oleh oknum di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, Alaska menilai, anggaran yang begitu besar tidak berpihak pada pembangunan sosial dan kemasyarakatan yang seharusnya lebih diutamakan dalam penggunaan anggaran, mengingat Stadion Wibawa Mukti berada di kawasan mewah di Kabupaten Bekasi.

Anggaran yang digunakan pada tahun 2018 untuk pemeliharaan dan penyempurnaan terlalu banyak, sehingga post pendidikan menjadi terbengkalai dan mengakibatkan pendidikan di Kabupaten Bekasi mengalami gangguan operasional, dikarenakan banyaknya sekolah yang mengalami rusak berat tidak mendapatkan anggaran, bahkan untuk renovasi atau rehab kelas.

Tercatat pada tahun 2017, terdapat 13.459 ruang kelas yang digunakan dari SD, SMP, SMA, SMK, SLB di Kabupaten Bekasi. Di antara jumlah tersebut hanya 4.491 ruang kelas yang layak digunakan untuk digunakan sebagai ruang belajar-mengajar. Sejumlah 8.968 ruang kelas mengalami kerusakan, 1.134 diantaranya mengalami kerusakan berat, dan 7.834 mengalami kerusakan sedang.

Ironis sekali, sebagai daerah industri terbesar di Asia Tenggara, pendidikan di Kabupaten Bekasi justru mengalami kondisi ketertinggalan yang sangat akut. Ditambah lagi, dengan kondisi yang demikian, justru Pemerintah Kabupaten Bekasi malah lebih mengurusi stadion ketimbang mengutamakan pendidikan yang membahayakan kondisi dan keberadaan siswa-siswi di sekolah.

Pada tahun 2018 saja, penataan lapangan parkir tahap II stadion Wibawa Mukti paket I menggunakan anggaran sebesar Rp 3.189.900.000, ditambah paket II untuk penataan lapangan parkir tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 700.222.000. Selain itu, penyempurnaan tangga luar tribun barat menhabiskan anggaran sebesar Rp 492.114.000, dan penyempurnaan tangga luar dan ticketing timur mengahiskan anggaran sebesar Rp 444.047.000.

Belum cukup di situ, untuk penyempurnaan ruang tribun utara lantai II menghabiskan anggaran sebesar Rp 349.700.000, tribun barat lantai II menghabiskan anggaran sebesar Rp 333.345.000, tribun barat lantai III sebesar Rp 249.700.000, tribun selatan lantai I sebesar Rp 431.507.000, dan tribun utara lantai I sebesar Rp 310.156.000. Sehingga, untuk memanjakan stadion, Pemkab Bekasi pada tahun 2018 telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 6.500.721.000.

Dengan jumlah anggaran Rp 6,5 miliar tersebut, setidaknya Pemkab Bekasi mampu melakukan rehab total untuk 6 sekolah lebih di wilayah Kabupaten Bekasi, karena pada tahun 2017, Pemkab Bekasi mampu melakukan rehab total sekolah SDN Karang Sentosa 03 di Kecamatan Karang Bahagia dengan anggaran sebesar Rp 1 Miliar, rehab total SDN Karang Mukti 01 Kecamatan Karang Bahagia sebesar Rp 1,4 Miliar.

Alaska meminta Pemkab Bekasi untuk lebih memperhatikan pendidikan yang memajukan bangsa dan Negara, ketimbang mengurusi tribun stadion, karena bangku sekolah lebih penting ketimbang tempat duduk penonton bola. Jangan sampai siswa tidak mampu duduk di sekolah dengan nyaman untuk belajar, sedangkan menonton bola dimanjakan untuk asik-asik bernyanyi di stadion.

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*