YDAI dan Telkom Gelar Pelatihan “Public Speaking” dan Kepemimpinan Bagi Difabel

Training upgrading Yayasan Difabel Action Indonesia bersinergi dengan PT Telkom Indonesia, Sabtu 1/12/2018 (dok.KM)
Training upgrading Yayasan Difabel Action Indonesia bersinergi dengan PT Telkom Indonesia, Sabtu 1/12/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Yayasan Difabel Action Indonesia (YDAI) menggandeng Telkom Indonesia untuk mengadakan training upgrading bagi para difabel dengan materi public speaking, leadership, dan writing formal letter oleh Senior Manager Telkom Indonesia Reni Yustiani di Gedung Telkom Ruang meeting lantai 1, Jalan Pajajaran No. 37 Kota Bogor, Sabtu 1/12.

Sekretaris Jenderal YDAI Isna menerangkan, tujuan diadakan training ini untuk meningkatkan kemampuan dalam managerial kepemimpinan serta mengasah komunikasi agar para difabel percaya diri tampil di depan umum “Karena para ketua-ketua forum keluarga difabel mempunyai tanggung jawab mengelola anggota-anggotanya di unitnya masing-masing,” ungkapnya kepada awak media di sela acara.

“Setelah ini Insya Allah akan ada kerjasama dengan PT. Telkom Indonesia yaitu aksesibilitas layanan lapangan pekerjaan dengan kapabilitas yang ditentukan oleh PT. Telkom. Kita diberikan akses kesempatan bagi teman-teman difabel sebagai tim call center,” terang Isna.

Yang menjadi peserta ini adalah para ketua perwakilan Kabupaten dan Kota Bogor, calon pengurus Depok, calon pengurus perwakilan Jakarta, komite sekolah anak-anak difabel lalu forum keluarga difabel (forked), para orang tua keluarga difabel.

“Harapannya agar program-program yang ada di pusat komunikasi utuh diterima sampai tingkat anggota yang paling bawah,” harapnya.

Di tempat yang sama, operation senior Telkom Direktorat Customer Reni Yustiani mengatakan, “awalnya karena hubungan baik saya dengan bu Isna kita ngobrol apa yang dibutuhkan untuk perkembangan yayasan, lalu memang saya juga mempunyai keinginan apa yang saya miliki harus saya bagikan untuk bisa sama-sama tumbuh, karena saya melihatnya teman-teman punya kebutuhan khusus ini harus kita berdayakan, harus maju sebagaimana kita semua yang normal,” jelasnya.

Advertisement

“Ternyata teman-teman di yayasan ini perlu pelatihan leadership karena dia memimpin timnya dengan teritori tertentu dan juga mereka sering menjadi wakil yayasan untuk berbicara di forum, berdasarkan dua hal itu akhirnya kita rumuskan dengan pengalaman saya selama ini bekerja di Telkom akhirnya kita buat kerjasama training upgrading ini,” sambungnya.

“Saat ini sudah ada yang bekerja di PT. Telkom Indonesia dari beberapa tahun lalu dan sekarang juga masih, dipekerjakan di bagian contact centre yang memungkinkan teman-teman difabel bekerja dia hanya duduk menerima telepon atau menelepon customer,” ungkap Reni.

“Saat ini jumlah yang bekerja di call center PT. Telkom lebih kurang dari 50 orang difabel di seluruh Indonesia. Kita tidak bedakan bila ada yang berprestasi dia bisa naik karirnya tidak hanya sebagai operator saja tapi bisa jadi supervisor dan lain sebagainya,” tutupnya.

Reporter: Rio
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: