GKJ Purworejo Rayakan Natal Unik dengan Pementasan Budaya

Foto bersama Pendeta Lukas Eko Sukoco (baju putih) beserta budayawan untuk peringatan Natal 2018 di GKJ Purworejo hari Senin, 24/12/2018 (dok. KM)
Foto bersama Pendeta Lukas Eko Sukoco (baju putih) beserta budayawan untuk peringatan Natal 2018 di GKJ Purworejo hari Senin, 24/12/2018 (dok. KM)

PURWOREJO (KM) – Perayaan Natal berlangsung khidmat di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purworejo yang dipimpin oleh Pendeta Lucas Eko Sukoco pada hari Senin malam 24/12.

Kebaktian Natal itu diiringi musik campursari yang dimainkan oleh anak-anak SD.

Pendeta GKJ Purworejo Lukas Eko Sukoco mengatakan makna Natal adalah memperingati atau menghayati kehadiran Isa Almasih sebagai teladan kehidupan.

“Makna Natal adalah memperingati atau menghayati kehadiran Isa Almasih sebagai teladan kehidupan.
Seluruh karya Isa Almasih tertuju pada kebenaran, keadilan dan cinta kasih tanpa embel-embel apapun,” katanya.

“Natal tahun ini kami menuju pada poin penting bagaimana kita hidup dalam kebersamaan dan kerukunan dalam cinta kasih dalam landasan cinta kasih menuju pada kehidupan,” katanya.

“Pesan penting adalah mari kita memberi teladan mulai pada diri sendiri untuk saling menghargai menuju cinta kasih dan itulah yang akan membawa keselamatan Indonesia,” lanjutnya.

Sejak 4 Mei 1989 lalu menjadi pendeta di sini, Pendeta Lucas mengatakan bahwa tempat ini “sangat memberi kesan” dan menjadi tempat belajar untuk menghayati tradisi budaya sehingga merayakan Natal dengan wayang kulit, ketoprak campursari dan lain-lain.

“Kunci relasi kemanusiaan adalah hanya dua yaitu memperbaiki hubungan dengan dengan Tuhan dan sesama dengan memiliki relasi yang baik. Sikap keyakinan pasti beda tetapi kalau masalah sosial pasti menjadi hubungan yang baik buat semuanya,” lanjutnya.

“Pesan khusus pendeta adalah mari mencari solusi dan menghindari fitnah dan bekerja sama untuk saling membantu sesama dan saling mendandani dalam kebaikan, ” katanya.

Kegiatan pada malam Natal itu diwarnai dengan nyanyian lagu malam kudus dalam versi berbagai bahasa, termasuk bahasa Jawa, Batak, Bali, Sangihe Talaud dan Inggris dengan diiringi musik campursari yang dimainkan anak-anak, kadang dalam langgam Jawa dan Jaipongan Sunda. Uniknya, pengajarnya adalah seorang muslim.

Khotbah Pendeta Sukoco juga disampaikan dengan gaya teatrikal Jawa guyon maton.

GKJ Purworejo merupakan salah satu gereja yang mengembangkan budaya sebagai “perwujudan iman” yang berakar di bumi Indonesia.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.