Bima Arya: “Pemilu Indonesia Paling Rumit di Dunia”
BOGOR (KM) – Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia merupakan pemilu terrumit di Dunia. Sebab, di Indonesia banyak kertas suara yang membingungkan para pemilihnya saat berada di bilik suara. Hal tersebut diungkapkan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.
“Pemilu 2004 lalu, merupakan Pemilu demokrasi pertama di Indonesia. Tapi, Pemilu tersebut terbilang Pemilu paling rumit se-dunia. Para pengamat kebingungan melihat bagaimana pemilih masuk ke bilik suara dan disodorkan 4 kertas suara berbeda-beda. Belum lagi di dalamnya ada ribuan caleg. Nah, untuk Pemilu 2019 bagaimana kabarnya?†kata Bima saat sambutan Deklarasi Pemilu Damai di Hotel Braja Mustika, Kecamatan Bogor Barat, Kamis 27/12.
“Banyak pengamat yang bilang bahwa Pemilu 2019 merupakan Pemilu borongan, karena dilakukan serentak untuk Pemilihan Presiden, Pileg DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten seluruh Indonesia,” sambung Bima.
Bima menuturkan, Pemilu di Indonesia mencatatkan sejarah di dunia yaitu proses tahapan Pemilu dapat berjalan dengan baik, damai dan kondusif. “Dalam kerumitan itu, hanya satu kuncinya yaitu kepercayaan dari masyarakat terhadap penyelenggara dan peserta pemilu,” tuturnya.
Tingkat kepercayaan publik, lanjut Bima, terhadap demokrasi terus naik dari tahun ke tahun. “Berdasarkan data dari Lembaga Survey Indonesia (LSI) pada tahun 2016 kepercayaan publik berada di angka 70 persen. Kemudian di 2017 sebesar 76 persen dan tahun ini sebanyak 83 persen,” katanya.
“Jadi, modal terbesar kita adalah kepercayaan dan kebersamaan yang kuat, dan itu terjadi di Kota Bogor,†ucapnya.
Bima juga mengimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bogor untuk tetap netral dan menjaga komunikasi kepada semua. “Ada dua hal yang saya sampaikan kepada ASN, yaitu menjaga netralitas dan menjaga komunikasi kepada semua,†pungkasnya.
Reporter: ddy, rio
Editor: HJA
Leave a comment