Penetapan Calon Kepala Desa Jelang Pilkades Lasara Sowu, Gunungsitoli Utara, Diduga Menabrak Aturan

Tokoh masyarakat di Desa Lasara Sowu, Gunungsitoli, Limazaro Ziliwu, saat memberikan keterangan kepada KM, Minggu 4/11/2018dok. KM
Tokoh masyarakat di Desa Lasara Sowu, Gunungsitoli, Limazaro Ziliwu, saat memberikan keterangan kepada KM, Minggu 4/11/2018 [dok. KM]

GUNUNGSITOLI, SUMATERA UTARA (KM) – Penetapan calon kepala desa di Desa Lasara Sowu, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa dinilai tidak profesional dan diduga menabrak aturan. Hal tersebut diungkapkan oleh tokoh masyarakat Desa Lasara Sowu, Limazaro Ziliwu kepada wartawan di Gunungsitoli saat dimintai pendapatnya terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi di Desa Lasara Sowu, Minggu 4/11.

Dalam penjelasannya, Limazaro mengatakan bahwa dirinya selaku warga masyarakat “sangat kecewa” dengan penetapan calon Kepala Desa oleh panitia. “Panitia yang dibentuk secara sepihak oleh BPD ini, tidak profesional dan tidak indenpenden, sehingga penetapan Calon Kepala Desa di Desa Lasara Sowu tahun 2018 ada indikasi tabrak aturan yang sudah ditetapkan,” katanya dengan nada kesal.

“Penetapan calon kepala Desa Lasara Sowu diduga [sarat] kepentingan. Secara konkrit, keputusan panitia telah melanggar aturan. Karena salah satu bakal calon yang telah digagalkan oleh panitia memiliki skor nilai yang lebih tinggi dari pada salah satu calon kepala desa yang telah ditetapkan oleh panitia,” tuturnya.

Menurutnya, pada penetapan Calon Kepala Desa Lasara Sowu melalui “Berita Acara Penetapan Bakal Calon Yang Berhak Dipilih Pada Pemilihan Kepala Desa Lasara Sowu Kecamatan Gunungsitoli Utara” tanggal 23 Oktober 2018, tidak sesuai dengan Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 56 Tahun 2018 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 57 Tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa.

Dikatakannya, pada Lampiran I Peraturan Walikota Gunungsitoli Nomor 56 Tahun 2018 III poin 1 huruf p, ditegaskan bahwa dalam hal bakal calon kepala desa yang memenuhi persyaratan lebih dari 5 orang, panitia melakukan seleksi tambahan dengan menggunakan kriteria pengalaman kerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan dan usia. Jika mengacu pada ketentuan tersebut, bakal calon kepala desa yang telah ditetapkan sebagai calon kepala desa Lasara Sowu pada berita acara penetapan calon kepala desa yang juga incumbent (mantan Kepala Desa) memiliki skor yang lebih tinggi dari salah satu calon lainnya yang telah ditetapkan sebagai Calon Kepala Desa yang berhak dipilih oleh panitia.

“Kalau kita berpedoman pada ketentuan yang ada, bakal calon kepala Desa atas nama Faozatulo Ziliwu [mantan kepala desa] memiliki 9 skor, sementara calon Kepala Desa lainnya yang telah ditetapkan sebagai calon kepala desa yang berhak dipilih pada Pilkades Lasara Sowu oleh panitia atas nama Arotani Ziliwu hanya memiliki 6 skor,” katanya.

Mengingat Kepala Desa Lasara Sowu yang dipilih melalui pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2018 memiliki tugas dan tanggungjawab dalam mengatur dan mengurus Desa Lasara Sowu selama 6 tahun kedepan, Limazaro mengharapkan agar PMDK Kota Gunungsitoli beserta Camat Gunungsitoli Utara segera turun tangan dalam meluruskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Lasara Sowu, “supaya tidak menimbulkan kegaduhan, konflik horizontal dan hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Camat Gunungsitoli Utara, Mulu Motani Zega, melalui telepon selulernya, dirinya mengatakan bahwa pihaknya bersama Kadis PMDK Kota Gunungsitoli telah memanggil panitia penetapan calon kades beserta Ketua BPD di Desa Lasara Sowu untuk meninjau kembali keputusan penetapan Calon Kades di Desa Lasara Sowu tersebut karena pelaksanaannya tidak sesuai aturan. Namun sampai turunnya berita ini, Keputusan Camat Gunungsitoli Utara tersebut belum dilakukan oleh panitia.

Reporter: A Lase
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*