Cegah Narkoba dan Pergaulan Bebas, SMAN 1 Tajurhalang bersama Puskesmas Berikan Penyuluhan

Staf puskesmas Reni Marlina saat penyuluhan di SMAN 1 Tajurhalang (dok. KM)
Staf puskesmas Reni Marlina saat penyuluhan di SMAN 1 Tajurhalang (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dewasa ini, pergaulan bebas remaja dan peredaran narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) telah merambah hingga ke pelosok daerah, tak terkecuali daerah penyangga ibukota dengan sasaran pengguna yakni para remaja. Kondisi ini disikapi petugas sekolah dan Puskesmas di Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, yang menggelar penyuluhan bahaya pergaulan bebas dan penyalahgunaan napza di halaman sekolah berbarengan dengan pelaksanaan upacara bendera, Senin 5 November 2018.

Dari catatan yang ada, sebanyak 2 juta remaja di seluruh Indonesia terindikasi melakukan penyalahgunaan napza. Sehingga menjadi tanggungjawab bersama untuk melakukan pencegahan perilaku buruk ini terhadap seluruh anak remaja, khususnya yang berada di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Untuk itu, kepala Puskesmas Kecamatan Tajurhalang dr. Fransiskus Misi mendelegasikan staf puskesmas Reni Marlina untuk melaksanakan penyuluhan terkait larangan dan bahaya penyalahgunaan napza di SMAN 1 Tajurhalang.

Menurut Reni, penyuluhan ini salah satu tindakan nyata Dinas Kesehatan kabupaten melalui puskesmas untuk melindungi atau memberikan benteng terhadap anak usia remaja untuk tidak terjerumus dalam aktivitas penyalahgunaan napza.

“Kalau terus menerus diberikan pengertian dan pemahaman, tentunya usia remaja ini sangat baik menerima masukan dan menjadi tameng bagi mereka terhadap penyalahgunaan napza,” ujar Reni.

Pada kesempatan itu juga kepala sekolah SMAN 1 Tajurhalang Arif Setiawan mengatakan, masa remaja adalah salah satu fase saat diri lebih rentan terpengaruh dari berbagai aspek yang ada dan ditemui sehari-hari seperti aspek lingkungan dan kawan. Selain itu, sambung Arif, rasa ingin tahu dan ingin mencoba setiap remaja sangat kuat sehingga sejak saat ini seharusnya mereka diberikan bekal dan pengetahuan yang bagus terhadap segala sesuatu yang dapat merusak mereka.

Dari kegiatan ini, Arif bersama Reni mengharapkan kepada seluruh peserta upacara khsusunya siswa, untuk menularkan apa saja yang mereka dapat dalam penyuluhan ini kepada seluruh teman dan keluarga yang mereka sayangi sehingga dapat benar-benar terhindar dari penyalahgunaan napza.

Reporter: Wawan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*