Kasus Suap Wartawan, Aktivis Desak Polres Nias Agar Segera Tahan Gatimbowo Lase

Koordinator Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulauan Nias, Fesianus Ndraha (istimewa)
Koordinator Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulauan Nias, Fesianus Ndraha (istimewa)

GUNUNGSITOLI, SUMATERA UTARA (KM) – Kasus dugaan pemerasan terhadap Kepala Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Gatimbowo Lase (GL), yang menjerat salah satu jurnalis Moltoday.com terus mendapat sorotan dari kalangan pers dan aktivis.

Koordinator Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI) Kepulauan Nias Fesianus Ndraha meminta kepada Kapolres Nias untuk segera memproses laporan Agusmulia dan menangkap GL, yang diduga telah melakukan persengkongkolan dalam perencanaan penyuapan terhadap jurnalis Yason Yonata Gea di Gunungsitoli pada hari Minggu 4/11 lalu.

Fesianus menjelaskan kepada media bahwa GL diduga keras melakukan persengkongkolan itu dengan beberapa “bukti investigasi” LSM KCBI. Menurutnya, sebelum GL bertemu dengan Yason, ia melakukan pertemuan di salah satu tempat serta menelpon Yason untuk mengajaknya bertemu di Café Lasara Poin.

“Pada saat GL bertemu dengan Yason Yonata Gea di Café Lasara Poin, beliau [GL] menyodorkan amplop berwana putih kepada Yason Yonata Gea, namun Yason Yonata Gea menolak menerima amplop tersebut dan terjadi aksi yang kurang diinginkan sehingga pengunjung Café Lasara Poin agak tegang pada saat itu. Diminta pihak penyidik Polres Nias agar memeriksa CCTV Café Lasara Poin untuk data akurat,” pinta Fesianus.

Lebih lanjut Fesianus mengatakan, setelah di Café Lasara Poin tidak terkabul aksinya, GL menelpon lagi Yason Yonata Gea dan mengajak untuk ketemu sehingga mereka ketemu di Café Charlin Pelabuhan Lama Kota Gunungsitoli dan oknum jurnalis itu terjebak saat GL menyodorkan amplop ke kantong celana Yason, dan ketika itu juga pihak Polres Nias menangkap Yason.

Advertisement

“Kalau GL meminta perlindungan hukum kepada pihak penegak hukum maka tidak melakukan aksi pemaksaan pemberian amplop atau penyuapan terhada oknum jurnalis, malah yang terjadi adalah sebaliknya, dan hal ini merupakan salah satu cara untuk menghalang-halangi jurnalis dalam profesinya atau diduga melakukan penyuapan terhadap wartawan agar tidak diberitakan. Tindakan ini bertentangan atau melanggar Pasal 18 UU No 40 tahun 1999 Ayat 1 dan diancam pidana 2 tahun atau denda Rp 500.000.000 karena apa yang dilakukan GL dapat diduga perilaku menghalang-halangi tugas jurnalistik untuk memberitakan perilaku buruknya… atas hal diatas maka diminta kepada Kapolres Nias agar segera menangkap GL,” papar Fesianus.

Ditempat yang sama Yason Yonata Gea, juga mempertanyakan dasar penyidik Polres Nias menjadikan dirinya sebagai tersangka. “Sedangkan gelar perkara pada saat itu, saya tidak didatangkan atau dipanggil,” tutur Yason.

Hingga berita ini ditayangkan, KM belum berhasil mendapat keterangan resmi dari Polres Nias.

Reporter: A lase
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: