Diskusi Publik Hari Toleransi Soroti Penyebaran Hoax Dan Meningkatnya Intoleransi

Diskusi publik
Diskusi publik "Pemuda, Media dan Toleransi" di Parakan Salak, Kabupaten Bogor, Sabtu 17/11/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Diskusi publik “Pemuda, Media dan Toleransi” dalam rangkaian peringatan Hari Toleransi Internasional diselenggarakan di Joglo Keadilan, Jalan Parakan Salak No. 1 Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu 17/11.

Ketua panitia bersama Hari Toleransi Kristian Feran menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang wajah media massa yang saat ini dalam penyebarluasan informasi, baik positif maupun negatif, dalam konteks toleransi dan kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia.

“Hal tersebut agar dapat membangun pemahaman kelompok muda untuk memperkuat toleransi, meminimalisir penyebarluasan pesan radikalisme agama, hoax dan pemberitaan yang menyudutkan kelompok minoritas agama,” terang Kristian.

Kata Kristian, perwujudan nilai-nilai toleransi harus terus menerus ditanamkan, dan dipraktekkan melalui sinergitas antar aktor, khususnya melalui peran pemuda. “Kelompok muda memiliki peranan penting dan strategis selaku generasi penerus bangsa yang menjadi ujung tombak dalam menentukan nasib bangsa Indonesia di masa mendatang,” jelasnya.

“Kelompok muda harus memberi perhatian khusus pada permasalahan kebangsaan yang ada dan mengupayakan langkah-langkah aktif untuk mencegah maupun penyelesaian,” tambahnya.

Advertisement

Sementara Direktur Pondok Pesantren Misykat Al-Anwar Bogor Roy Murtadho, yang juga pemateri pada diskusi tersebut mengatakan, “Toleransi ini sangat penting, jadi masih harus banyak dipromosikan terus menerus, karena naiknya kelompok-kelompok intoleransi di Indonesia, mereka gencar sekali melakukan promosi intoleransi ekskusif agama mempersekusi pada yang lain, tidak menerima keberagaman dan sebagainya,” ungkapnya.

“Dengan konteks sosial seperti ini maka promosi toleransi itu sangat penting lebih luas lagi dan lebih masif di basis-basis masyarakat,” tambahnya.

“Saya berharap,” lanjut Roy, “forum-forum semacam ini memberi bekal akan kesadaran hoax dan persoalan produksi dan reproduksi kebencian rasial dan agama, mesti ada mekanisme tertentu untuk melawannya bersama, lalu forum seperti ini perlu direplikasi tidak hanya karena ada peringatan Hari Toleransi saja, ini perlu dipromosikan ke anak-anak juga,” pungkasnya.

Acara itu dihadiri oleh kelompok muda lintas iman, diantaranya Ketua Khudam JAI, Ketua Pemuda Khonghucu Indonesia, Kelompok Muda Gereja, Penghayat Kepercayaan dan komunitas seni.

Reporter: ddy, Rio
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: