Festival Pangan Lokal Kabupaten Pati 2018: Noto Projo Mbangun Deso

Bupati Pati H. Hariyanto secara resmi membuka Festival Pangan Lokal Kabupaten Pati 2018 dengan pelepasan balon di udara di Simpang Lima Pati, 3/11/2018 (dok. KM)
Bupati Pati H. Hariyanto secara resmi membuka Festival Pangan Lokal Kabupaten Pati 2018 dengan pelepasan balon di udara di Simpang Lima Pati, 3/11/2018 (dok. KM)

PATI, JAWA TENGAH (KM) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati mengadakan Festival Pangan Lokal Kabupaten Pati di alun-alun Simpang Lima Pati dengan tema Noto Projo Mbangun Deso Sabtu 3/11 dan Minggu 4/11.

Festival dihadiri Bupati Pati Hariyanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati diwakili oleh Kapolsek Pati Kota Iptu Puijiyati, Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Kepala Pengadilan Negeri Pati, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Baharuddin, sejumlah pejabat tinggi Pati serta sponsor dan peserta festival pangan lokal itu dari kelompok tani, OPD, umum dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pati.

Acara dimulai dengan senam pagi yang diikuti ibu-ibu PKK dan grup senam sekitar 200 orang dilanjutkan dengan pembagian jamu gratis bagi peserta “Senam Guyub Rukun” yang diikuti oleh Bupati, Forkopimda, OPD dan peserta dengan diiringi musik Keroncong Cilik 1 Group.

Acara juga dilengkapi dengan aneka lomba, antara lain lomba penyajian inovasi olahan makanan lokal yang diikuti 25 peserta, lomba mewarnai tingkat TK sekitar 50 peserta, dan lomba melengkapi dan mewarnai tingkat SD sekitar 50 peserta.

Kepala Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Sahdi mengatakan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, dan dibutuhkan konsumsi pangan yang bermutu dan bergizi.

“Yang paling utama pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi. Kabupaten Pati sangat terkenal dengan pangan lokalnya seperti ketela pohon, ubi, jagung dan lainnya yang merupakan produk makanan lokal Kabupaten Pati,” katanya.

Sementara Bupati Pati Hariyanto mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk peran serta masyarakat Kabupaten Pati dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pati.

“Jenis dan produk pangan lokal Kabupaten Pati luar biasa beraneka ragam, untuk itu dengan kegiatan ini kita berharap agar tetap lestari dan tidak hilang begitu saja. Justru kita manfaatkan pangan lokal (Cinta Produk Kabupaten Pati),” harapnya.

“Pemerintah juga berupaya berupaya dengan mengeluarkan Perbub tentang pemakaian Batik Bumi Mina Tani dan sepatu produk asli Kabupaten Pati,” lanjutnya.

“Jenis produk ketela pohon, ubi, jagung dan lain-lain juga sudah dikeluarkan Perbup yaitu kalau ada agenda tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional di Kabupaten Pati untuk ditampilkan supaya dapat bersaing, maka untuk itu UMKM harus mempunyai inovasi. Saya berharap semua instansi di Kabupaten Pati juga berperan dalam mengenalkan produk yang ada sehingga dengan begitu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

“Pemerintah Kabupaten Pati sudah berupaya yaitu dengan dikeluarkan Perbup No.72 tahun 2018 tentang pengembangan pangan lokal melalui konsumsi sehari-hari masyarakat. Pemerintah Pusat juga mencanangkan Germas dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2017. Maka saya berharap Kabupaten Pati dapat menjadi lumbung pangan baik tingkat Jawa Tengah bahkan nasional,” pugkasnya.

Selain aneka lomba, festival juga menampilkan pertunjukan Barong Wadon, pameran UMKM pangan lokal dan penyerahan alat mesin giling oleh Bupati Pati kepada kelompok wanita tani Laosan Cluwak.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*