Bupati Lombok Barat Manfaatkan Hari Libur Untuk Melakukan Kunjungan Batas Wilayah

(dok. KM)
(dok. KM)

LOMBOK BARAT (KM) – Bupati Lombok Barat (Lobar), Fauzan Khalid, memanfaatkan hari libur dengan melakukan kunjungan lapangan ke Dusun Pengantap di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Sabtu 3/11.

Selain melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi warganya di ujung selatan Pulau Lombok, Fauzan beserta rombongan ingin melihat langsung kondisi batas wilayah yang pernah disengketakan dengan Kabupaten Lombok Tengah.

Batas wilayah tersebut adalah sebuah bukit yang persis berada di atas pantai nan elok yang bernama Pantai Nambung. Menurut orang nomor satu di Lobar tersebut, sengketa wilayah dengan Kabupaten Lombok Tengah sudah tuntas. “Tinggal bagaimana kita berikhtiar untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada warga kita,” ujar Fauzan.

Pantai Nambung sendiri adalah pantai melengkung yang berhiaskan pasir putih merica dengan pulau karang di tengah-tengahnya. Masyarakat sekitar menyebutnya “gili kao” yang sering dimanfaatkan oleh para pemancing untuk berdiam, bahkan mendirikan kemah dan menjadikannya spot mancing favorit.

Pulau karang yang luasnya lebih dari 250 meter persegi itu menjadi dinding abadi penghadang deburan ombak keras lautan. Menurut Kepala Desa Buwun Mas, Rohadi, di tengah-tengah gili tersebut sudah disiapkan sebuah berugak (gazebo) yang bisa dimanfaatkan oleh para pemancing untuk beristirahat.

“Masyarakat sendiri yang berinisiatif untuk membangunnya,” tutur Rohadi. Warga Dusun yang bermukim sekitar wilayah pantai ini berjumlah lebih dari 140 Kepala Keluarga. “Rata-rata mereka bekerja dengan membudidayakan rumput laut,” lanjut Rohadi.

Mereka, tambah Rohadi, dibina secara berkelompok oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lobar melalui sebuah program milik Bank Dunia. Di samping membudidayakan rumput laut, indahnya Pantai Nambung dan lokasinya yang sangat dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta membuat warga setempat juga menggeliatkan sektor wisata.

“Kita sudah mempromosikan pantai ini, baik dengan event Bau Nyale setiap tahun maupun melalui media sosial,” terang Abdul Madjid, salah seorang penggiat wisata di desa itu. Ia juga menuturkan, di samping pasir pantainya yang putih, Nambung juga memiliki air terjun laut.

Menurut Madjid yang juga aktivis Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa tersebut, hempasan ombak yang pecah di ujung bebatuan karang akan melahirkan air terjun saat air laut pasang.

Kunjungan Fauzan ke wilayah perbatasan itu berujung hal unik. Fauzan dan istrinya bertemu dengan seorang anak 1,5 tahun yang oleh orang tuanya dinamakan sama dengannya. Saat ditemui Istri Bupati, Khaeratun, anak tersebut sedang digendong oleh kakak perempuannya dan hampir tertidur dibuai angin laut.

Selain ditemani istri dan putri nya, Fauzan juga didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bakesbangpol, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Kepala Bagian Humas dan Protokol serta Camat Sekotong untuk menginspeksi kondisi infrastruktur wilayah tersebut.

Usai mengunjungi warga Nambung, rombongan Bupati tersebut melanjutkan kunjungan ke lokasi wisata lain yang sedang dalan tahap pengerjaan. Lokasi tersebut milik seorang warga bernama H. Sahwan yang berencana membangun kolam renang, arena outbound, dan membangun rumah makan.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*