Tambang Milik PT Timah Ancam Sumber Air Baku Kecamatan Belinyu Bangka

Kolong PDAM yang sudah mengalami penyusutan air bakunya di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka (dok. KM)
Kolong PDAM yang sudah mengalami penyusutan air bakunya di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka (dok. KM)

BANGKA (KM) – Lokasi pertambangan timah yang tadinya diduga masuk kawasan hutan lindung (HL), ternyata setelah dilakukan pengecekan melalui alat GPS, kawasan pertambangan milik PT Timah tersebut masuk Area Penggunaan Lainnya (APL). Namun lokasi pertambangan tersebut diperkirakan tetap mengancam  sumber air baku PDAM Kecamatan Belinyu.

Pantauan KM di lokasi, pertambangan milik PT Timah itu hanya berjarak 15 meter dari kolong sumber air baku milik PDAM Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Babel. Tampak di lokasi ada 6 unit alat berat yang tengah menggarap lahan di atas IUP PT Timah tersebut.

Sabtu siang 15/9, awak media bersama tim UPT KPH menyambangi lokasi kawasan pertambangan milik PT Timah yang dikelola oleh mitra CV Global Mandiri Jaya itu.

Menurut salah satu team UPT KPH, lahan tambang tersebut berjaran sekitar 1,6 kilometer dari kawasan hutan Lindung Bubus.

Direktur PDAM Tirta Bangka, Suhendra, ketika dikonfirmasi oleh media melalui HP, mengaku resah adanya aktifitas pertambangan timah yang dekat sekali dengan wilayah PDAM Belinyu tersebut.

“Dampak dari pertambangan itu, kolong resapan air baku milik PDAM berkurang, apalagi saat ini kolong sumber air baku sudah semakin mengecil. Sedangkan kebutuhan akan air bersih untuk masyarakat Belinyu semakin bertambah,” ungkap Suhendra.

“Kami dari pihak PDAM Belinyu meminta aktifitas tambang disitu agar dibenahi lagi lah. Kalau tudak bisa dibenahi ya lebih baiknya dihentikan saja. Sebab waktu itu kita sudah turun bersama-sama dengan PT Timah ke lokasi, disampaikanlah oleh pihak PT Timah kepada kami, bahwa jarak lokasi pertambangan Timah dengan kolong sumber air baku adalah 100 meter, tetapi pada kenyataan sekarang hanya berjarak 15 meter dari kolong sumber air baku,” lanjutnya.

Aktivitas pertambangan timah di Kecamatan Belinyu (dok. KM)

Aktivitas pertambangan timah di Kecamatan Belinyu (dok. KM)

Sementara itu, kabid Humas PT Timah, Anggi Siahaan, ketika dikonfirmasi oleh salah satu awak media melalui HP, mengakui bahwa pertambangan yang bersebelahan dengan PDAM dikerjakan oleh CV Global Mandiri Jaya yang merupakan mitra PT Timah.

“Tambang tersebut dikerjakan oleh mitra PT Timah dan kita sudah menepatkan Wastam disitu untuk pengawasan, supaya pengelola pertambangan di lokasi bekerja sesuai rencana kerja (RK) yang kita berikan. Selanjutnya pihak kami akan meminta laporan Wastam dan akan turun langsung ke lokasi pertambangan tersebut, untuk mengecek sejauh mana pelanggaran RK-nya, apabila terbukti melanggar dari ketentuan RK, maka pihak kami akan melakukan pemutusan kemintraan dengan perusahaan yang mengelola pertambangan di situ,” ujar Anggi Siahaan.

Selanjutnya pengelola kawasan pertambangan yang berada di belakang PDAM Belinyu, Romlan, belum berhasil ditemui. Awak media pun dipertemukan dengan seseorang yang mengaku “sahabat” Romlan bernama Andika, yang mengenakan seragam ormas FORKORDA.

“Maaf pak Romlan saat ini tidak bisa ditemui, beliau lagi sibuk belum bisa diajak ketemuan. Pokoknya tulis saja berita yang bagus-bagus saja, jangan sampai ada pemberitaan yang kurang bagus,” ujar Andika.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*