TI Ilegal Keruk Kawasan Hutan dekat Resapan Air PDAM Belinyu

Lokasi pertambangan ilegal di sekitar PDAM Belinyu, Kabupaten Bangka Induk (dok. KM)
Lokasi pertambangan ilegal di sekitar PDAM Belinyu, Kabupaten Bangka Induk (dok. KM)

BANGKA INDUK (KM) – Aktivitas yang diduga merupakan tambang inkonvensional timah ilegal beroperasi di sekitar kawasan hutan lindung PMD Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka Induk, tidak jauh dari kawasan PDAM Belinyu.

Meskipun sudah terbentuk satuan penegakan hukum (Satgakkum) untuk penyelamatan hutan lindung dari ulah pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, hal ini tidak membuat takut bos pemilik TI ilegal ini, yang memanfaatkan alat berat berupa excavator tipe 200 merk Hitachi Z-xis 200.

Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan atau Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) berbunyi, “barang siapa yang secara melawan hukum melanggar Undang-undang sebagaimana yang dimaksud, akan dipidana penjara paling sedikit 5 tahun kurungan badan.”

Salah satu warga Belinyu yang berinisial Y, Selasa (10/09/2018) mengungkapkan bahwa pemilik pertambangan timah ilegal ini adalah Kian Lan, warga Sekip Belinyu.

“Kalau pemiliknya bernama Kian Lan kalau enggak salah, dan tambang timah ini belum pernah stop,” ujar salah satu warga Belinyu ini.

Sementara itu, Selasa (10/09/2018), Marwan SAG, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menerangkan bahwa pihaknya akan segera mengecek ke lokasi.

“Akan segera saya turunkan petugas KPH, guna mengecek kebenaran informasi ini,” kata Marwan.

Selanjutnya Suhendra, Direktur PDAM Tirta Bangka Belinyu Kabupaten Bangka Induk, mengungkapkan, “Aktivitas tambang tersebut dapat berdampak pada kurangnya resapan air di kolong PDAM Belinyu, sehingga ditakutkan pendistribusian air bersih ke masyarakat akan berkurang. Selain itu aktifitas pertambangan Timah tersebut juga sudah melewati batas yang akhirnya sudah merambah kawasan resapan air. Oleh karena itu kami meminta aktivitas Pertambangan tersebut segera harus dihentikan demi kelangsungan persediaan air bersih untuk masyarakat Belinyu,” ujarnya.

Reporter: Robi Karnito
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*