Polisi Amankan Hampir 100 Pelajar dari 5 SMK yang Akan Tawuran di Gunung Putri

Kapolres Bogor memberi keterangan pers tentang penangkapan pelajar yang hendak tawuran di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa18/9 (dok. KM)
Kapolres Bogor memberi keterangan pers tentang penangkapan pelajar yang hendak tawuran di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa18/9 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Polsek Gunung Putri gabungan bersama masyarakat mengamankan 94 pelajar yang tertangkap akan melakukan tawuran di wilayah Gunung Putri Kabupaten Bogor, Senin 17/9.

Adapun 94 pelajar yang diamankan berasal dari Sekolah Wijaya Kusuma Depok, SMK YKTB Kota Bogor, SMK Yapis Kota Bogor, SMK YATEK Kota Bogor, SMK MEKANIKA Kota Bogor.

Menurut Polres Bogor dalam rilis pers nya siang ini 19/9, dari hasil pemeriksaan, para siswa akan melakukan tawuran di Tol Pojok Gunung Putri. “Sebelumnya, mereka sudah melakukan janjian dengan lawan sekolahnya. Tawuran ini dipicu dengan seringnya bully atau ledek-ledekan antara sekolah,” terang rilis tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky memantau langsung dan memberikan arahan kepada 94 pelajar yang terjaring akan melakukan tawuran tersebut dihadiri oleh perwakilan TNI, Satpol PP, Karang Taruna, KNPI, Ormas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat di Polsek Gunung Putri kemarin.

“Tentunya ini amat memprihatinkan kita semua. Jadi dari hasil observasi dan wawancara kita, ternyata memang mereka (pelajar) ada semacam ingin menunjukkan eksistensi mereka untuk menyerang sekolah-sekolah. Jadi semacam mereka bersekutu dengan sekolah-sekolah tertentu dan sudah bersifat seperti geng untuk menyerang sekolah-sekolah tertentu dan ini dimotori oleh para alumni- alumninya seperti dipasok senjata tajam bahkan ada iuran-iurannya atau jatah-jatah seperti ini kepada alumni-alumninya untuk mengambil keuntungan dan ini berbahaya juga karena rawan masuknya narkoba dan minuman keras,” tutur Kapolres.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta peduli terhadap lingkungannya, apabila menemukan anak-anak belajar yang terindikasi akan melakukan tawuran agar segera dilaporkan dan bersama-sama dibawa ke kantor polisi.

“Apabila kita menemukan senjata tajam yang digunakan untuk tawuran maka akan kita proses secara tegas dengan jalur hukum karena senjata tajam itu biasanya dibawa oleh alumni-alumninya disembunyikan dan sekarang para alumninya kabur namun nama-namanya sudah kami kantongi dan akan kita pantau terus dan nanti kita akan ambil tindakan tegas karena sudah ada korban jiwa dan masyarakat orang tua juga khawatir,” tegas AKBP Andi.

Dalam waktu dekat ini ke Polres Bogor akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk merapatkan sekolah-sekolah mana saja yang sering melakukan tawuran untuk dievaluasi kembali izinnya serta akreditasi sekolah.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*