KUPAS KOLOM: Beginilah Modus-Modus di Kementerian BUMN

Direktur LSM Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi (stock)
Direktur LSM Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi (stock)

Oleh Uchok Sky Khadafi
Direktur LSM Center for Budget Analysis (CBA)

Dalam pemantuan Center For Budget Analysis atau CBA di Kenenterian BUMN, kami menemukan dua modus dalam pengadaan barang dan jasa. Bentuk modus tersebut adalah setiap tahun memilih pemenang lelang, yang perusahaannya itu-itu saja, dan kedua, ada dugaan mark up dengan memilih perusahaan yang menawarkan harga paling tinggi.

Untuk modus memilih perusahaan itu-itu saja sebagai pemenang lelang, yang bisa dijadikan contoh adalah PT. PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia yang dari tahun 2016 sampai 2018 bisa memenangkan lelang sampai senilai Rp 11.9 miliar.

Jadi cukup aneh bin ajaib, di Kementerian BUMN setiap tahun kok bisa yang selalu memenangkan perusahaan itu-itu saja. Dan ini sama saja, APBN hanya memberikan makan yang kenyang hanya untuk satu perusahaan dengan orang yang sama. Tetapi, jangan-jangan ada dugaan kongkalikong dalam proses dalan pelelangan tersebut sehingga yang dapat dan kenyang makan APBN itu-itu saja.

Dan modus kedua bisa dijelaskan seperti pada tahun 2018 Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) “menyerahkan” pembangunan konstruksi renovasi cladding Gedung Utama kepada PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung dengan nilai sebesar Rp47 miliar. Ternyata dalam lelang ini, ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp1 miliar karena pihak panitia memilih pemenang lelang yang nilai harga paling mahal.

Padahal waktu pembangunan proyek equestrian park, PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung ditemukannya juga banyak persoalan. Salah satunya, pembayaran kepada para supplier (sub kontraktor) pernah tidak dipenuhi sesuai skema pembayaran atau termin yang diatur dalam kontrak.

Dari dua modus ini diminta KPK untuk menyelidiki kasus kasus seperti diatas. Bila perlu panggil saja ke kantor KPK seperti Imam Apriyanto Putro yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Kementerian BUMN, dan juga menjabat wakil Komisaris utama Bank Mandiri. Bila diperlukan panggil juga Hambra deputi Bidang Infrastruktur Bisnis, yang juga menjabat sebagai Komisaris PT. Semen Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*