FPII: “Jangan Pilih Wakil Rakyat yang Suka Main Ancam Kepada Wartawan!”

Tangkapan layar dari pembicaraan WhatsApp antara wartawan KM, Dody Kurniawan, dengan caleg Partai Golkar Kota Bogor Dian Ardiansyah yang berisi pengancaman (dok. KM)
Tangkapan layar dari pembicaraan WhatsApp antara wartawan KM, Dody Kurniawan, dengan caleg Partai Golkar Kota Bogor Dian Ardiansyah yang berisi pengancaman (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Sejatinya profesi wartawan dilindungi oleh UU Pers No. 40 Tahun 1999 yang mana sebagian isi yang termaktub didalam pasal 4 ayat 3 berbunyi “pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.”

Namun sangat disayangkan, hak kemerdekaan yang dimiliki oleh wartawan seringkali mendapat ancaman baik fisik maupun psikis. Seperti yang dialami oleh wartawan Kupas Merdeka, Dody Kurniawan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Nasional Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Wesly Sihombing mengecam keras pihak-pihak yang mengancam wartawan dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya. Apalagi terkait isi dalam berita yang ditayangkan.

“Silahkan berikan hak jawab bila memang ada pihak yang keberatan dengan isi dari pemberitaan, jangan main ancam. Itu sudah tidak bisa ditolerir dan dapat dikenakan pasal pidana pengancaman,” ujarnya saat ditemui awak media di kantor sekretariat FPII, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (26/08/18).

Wesly juga menyayangkan bahwa orang yang melakukan pengancaman terhadap wartawan yang merupakan anggota FPII itu adalah seorang bakal calon anggota legislatif Kota Bogor dari Partai Gorkar.

“Jalan pilih calon yang punya karakter suka mengancam. Apalagi mengancam wartawan, seharusnya dia merangkul wartawan untuk mempublikasikan programnya, bukan main ancam segala,” tegasnya.

Lebih jauh Wesly menjelaskan bahwa Sekretariat FPII menerima laporan dari pimpinan media Kupas Merdeka tentang adanya pengancaman terkait berita tentang adanya indikasi penipuan terhadap calon tenaga kerja yang dijanjikan oleh DA untuk bekerja di Transmart Kota Bogor dengan membayar biaya Rp500.000.

Informasi tentang adanya permintaan dengan nominal tersebut didapat Dody dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Curug Mekar, Mad Sani, yang dalam kesepakatan (MOU) sebelumnya yang ditandatangani 16 Maret lalu bersama DA sebagai utusan PT. Transmart dan perwakilan PT. WIKA dan PT. Bogor Lestari disepakati bahwa kuota lowongan karyawan untuk warga Curug Mekar sebanyak 150 orang. Namun hingga saat ini sebahagian besar warga tidak diterima kerja di Transmart, padahal uang telah diserahkan.

“Saat dikonfirmasi kepada DA, terjadilah pengancaman terhadap Dody,” lanjut Wesly.

Berikut tulisan dugaan pengancaman yang diterima Dodi dari nomor Hp DA, 0811111067 pada 12 Agustus 2018, pukul 00.17 WIB:

“Catat jeung buru capture bahasa saya nu iye..

Mun nepi harga diri aing jeung kehormatan aing jadi cemar gara-gara tulisan sia, kamana oge dan nyalindung ka saha oge di belah pala sia ku aing.”

Hingga berita ini ditayangkan, KM belum mendapat tanggapan dari DA.

Reporter: Red
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*