Warga Bogor Selatan Dipungut Hingga Rp1 Juta untuk PTSL

Ilustrasi program PTSL (stock)
Ilustrasi program PTSL (stock)

BOGOR (KM) – Pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang menargetkan penerbitan sertifikat 60.000 bidang tanah warga di wilayah Kecamatan Bogor Selatan dan Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, diduga rawan dugaan pungutan liar (pungli). KM menelusuri di wilayah Kecamatan Bogor Selatan setelah adanya aduan warga yang dimintai biaya pengurusan PTSL yang melebihi ketentuan, yang berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Bogor tahun 2018 menetapkan biaya PTSL sebesar Rp150 ribu.

Seorang warga RT 02 RW 08 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, berinisial DW, mengatakan, “Awalnya warga hanya diminta biaya untuk membayar PTSL sebesar 150 ribu. Namun selang beberapa hari kemudian sejumlah oknum meminta biaya tambahan untuk administrasi dengan tarif sebesar 750 ribu rupiah,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (13/7).

“Ya waktu itu saya diminta sejumlah uang untuk tambahan administrasi PTSL sebesar 750 ribu, bilangnya sih buat keperluan administrasi tambahan,” ujar DW.

DW mengaku dirinya telah membayar sejumlah uang sebesar Rp400 ribu melalui RW. “Kebetulan waktu itu saya ada uang sebesar 400 ribu, karena takut habis mending saya bayar dulu untuk DP dulu, sisanya nanti kalo ada uang lagi. Tidak hanya itu, sebagian warga lainnya juga sudah melakukan pembayaran biaya tambahan tersebut,” kata DW.

Di tempat berbeda, warga RT 03 RW 01 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, berinisial HR menjelaskan, “terkait pengurusan sertifikat tanah program PTSL, saya pernah diminta biaya sebesar 1 juta rupiah untuk satu rumah oleh Ketua RW,” jelasnya.

Kata HR, karena tarif yang diminta sangat besar ia pun kebingungan untuk membayarnya. “Saya bingung jika harus bayar dengan tarif sebesar itu, makanya hingga saat ini saya masih usahain uangnya dan yang saya tau biaya tidak sebesar itu, hanya Rp150 ribu.”

HR menuturkan bahwa tetangga yang persis berada di samping rumahnya juga diminta untuk membayar. “Ya itu tetangga yang di samping juga diminta, ada 5 rumah miliknya jadi di minta biaya sebesar 5 juta rupiah,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Bogor Selatan, Sujatmiko Barlianto mengatakan, “mungkin masih ada oknum yang masih main-main dengan program PTSL ini, saya pasti akan tegur anggota petugas PTSL di wilayah Kecamatan Bogor Selatan ini,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Selasa 18/07/2018.

“Insya Allah warga sudah cerdas dan mengetahui semua karena sosialisasi juga sudah intens. Kalau masih ada oknum yang masih nakal sebaiknya jangan dipenuhi dan langsung saja diurus ketemu dengan lurahnya saja, pasti dibantu dan tidak dimain-mainkan,” tegasnya.

Lanjut Jatmiko, program PTSL “harus sukses”.

“Ini merupakan program langsung dari Presiden Indonesia, yang harus disukseskan,” tutupnya.

Reporter: ddy/ol
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*