Ritual Pencucian “Ngumbah Tugu Kujang” Jadi Daya Tarik Baru di Kota Bogor

Pemanjat menaiki Tugu Kujang, Kota Bogor, untuk mencuci kujang atau
Pemanjat menaiki Tugu Kujang, Kota Bogor, untuk mencuci kujang atau "Ngumbah Kujang", Minggu 29/7/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Untuk memperingati Hari Jadi Bogor (HJB), pemerintah Kota Bogor menggelar acara “Ngumbah Tugu Kujang” (mencuci Tugu Kujang). Acara tersebut merupakan kegiatan tradisi yang sudah sering kali dilakukan oleh pihak Pemkot Bogor dengan diikuti oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas), komunitas dan pihak-pihak lainnya, Minggu (29/07/2018).

Menurut koordinator Ngumbah Kujang, Ki Lengser, mengatakan sebelumnya mereka melakukan doa bersama serta melakukan ritual ngumbah dengan teman-teman yang akan melakukan pemanjatan. “Ini adalah kegiatan rutin yang biasa kita laksanakan setiap tahunnya,” katanya kepada awak media di bilangan Tugu Kujang, Minggu 29/7.

Menurutnya, acara tersebut dimulai dari tahun 90’an dengan ritual pengambilan air dari tiga tempat yaitu Kebun Raya, Cidangiang dan kali yang terletak di bawah Hotel Amarrossa. “Untuk sekarang ini dibantu oleh pihak Federasi Panjat Tebing dan anak-anak SMA se-kota Bogor sekitar 60 orang selama 3 hari, setiap hari ada 12 orang yang melakukan pembersihan Kujang ini. “Teknis pelaksanaan, sebelum dilakukan pemutusan aliran listrik terlebih dahulu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yaitu tersengat aliran listrik,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman usai menerima air secara simbolis mengungkapkan kegiatan ini merupakan ikon dan simbol Kota Bogor. “Ngumbah Kujang pada awalnya sempat vakum, tapi alhamdulillah ini tahun yang kedua bisa dilaksanakan kembali kegiatan seperti ini. Yang awalnya harus dibarengkan dengan pawai obor tapi karena efesiensi waktu maka dilakukan pelaksaan ngumbah kujang terlebih dahulu,” ungkap Usmar.

Usmar berharap Kota Bogor bisa menjadi tempat destinasi wisata bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. “Informasi dari Kadispar bahwa harus terus dilakukan pemeliharaan hal seperti ini guna mengundang para wisatawan dari luar karena ini sudah masuk dalam kalender Dinas Pariwisata dengan target 250 milyar dari sektor kuliner, jasa perhotelan dan dari wisata-wisata kebun raya dan yang lainnya,” harapnya.

Tidak hanya itu, Usmar memaparkan berkaitan dengan kondisi kujang ini akan dilakukan renovasi dan perbaikan sebagai ikon serta simbol yang dipadukan dengan adanya Lawang Salapan sebagai daya tarik untuk para wisatawan luar dan dalam. “Belum sah rasanya kalau ke Bogor belum berfoto dan berselfi dengan latar Tugu Kujang dan Lawang Salapan,” sambungnya.

“Kegiatan Ngumbah Kujang sudah siap dilakukan dengan awalnya sudah dipersiapkan segala hal untuk menjaga keselamatan dari para pemanjat itu sendiri dengan perlengkapan yang safety dan melihat situasi cuaca yang akhir-akhir ini sering terjadi hujan,” pungkasnya.

Reporter: ddy07
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*