Pemkot Depok Terus Upayakan Penanggulangan Masalah Sampah

Kadis LHK Kota Depok, Etty Suryahati (dok. KM)
Kadis LHK Kota Depok, Etty Suryahati (dok. KM)

DEPOK (KM) – Volume sampah yang terus meningkat kini juga menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mencari jalan keluar guna menanggulangi persoalan tersebut. Keseriusan dari upaya penanganan sampah tersebut terlihat dari upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dalam menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Kami sudah punya 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang bisa dioptimalkan. Nantinya UPS ini yang bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos atau cair, serta mengolah sampah plastik untuk dijadikan barang bernilai ekonomis,” ujar Etty Suharyati, Kepala DLHK Kota Depok.

Lebih lanjut Etty mengatakan, dalam rangka mencegah adanya pembuangan sampah liar, pihaknya juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan tim buru sergap (buser) kebersihan di beberapa lokasi dan DLHK juga sudah memiliki tim “Jaga Gonda” yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khususnya di Jalan Margonda.

“Tim Buser dan Tim Jaga Gonda kami rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuangan sampah liar. Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan tindak pidana ringan (Tipiring),” jelas Etty.

Untuk jangka panjang, lanjut Etty, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan provinsi Jawa Barat agar pengoperasian TPA Nambo dapat segera direalisasikan dan diharapkan dapat mengurangi volume sampah sebanyak 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

“Saat ini proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) nya sedang berlangsung. Insya Allah tahun ini Pemkot bisa memulai pembuangan sampah ke Nambo,” terangnya.

Sementara itu, guna menangani longsor sampah yang terjadi di Kali Pesanggrahan Pasir Putih yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Cipayung, Dinas PUPR Kota Depok telah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Kami sudah berkomunikasi dengan BBWSCC mengenai masalah pengerukan Kali Pesanggrahan yang mendangkal akibat longsoran sampah TPA Cipayung dan saat ini kami masih menunggu proses yang sedang berjalan,” kata Manto, Kadis PUPR Kota Depok.

Sedangkan untuk menunjang kesehatan warga, Pemkot Depok melalui UPT Puskesmas Cipayung melakukan program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih.

“Kami bekerja sama dengan UPT Kebersihan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan pekerja dilingkungan TPA seminggu sekali yaitu setiap hari Rabu. Pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung, Kurnia Permitasari.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*