Museum Wajakensis Tulungagung Simpan Koleksi Ratusan Peninggalan Purbakala dan Arkeologi

Pengelola Museum Wajakensis, Boyolangu, Tulungagung Jatim (dok. KM)
Pengelola Museum Wajakensis, Boyolangu, Tulungagung Jatim (dok. KM)

TULUNGAGUNG (KM) – Dalam liputannya, Kupas Merdeka Jatim mengunjungi tempat penyimpanan benda-benda purbakala di KM 04 Boyolangu-Tulungagung, Jawa Timur.

Tempat bernama Museum Wajakensis Tulungagung ini dibangun pada tahun 1996, dan merupakan tempat penyelamatan dan penelitian benda cagar budaya di Tulungagung.

Jawa Timur merupakan wilayah yang banyak ditemukan benda-benda bersejarah, dan Wajakensis ini memang menjadi favorit masyarakat yang ingin berlibur murah meriah, apalagi saat libur sekolah. Baik pelajar SD,SMP, SMA hingga mahasiswa kerap datang menghabiskan masa liburan dengan menambah pengetahuan di bidang kebudayaan dan arkeologi.

Pengelola Museum Wajakensis Tulungagung, Terus Yuwono mengatakan jika pada bulan sebelumnya kunjungan ke museum sebanyak 200 orang per bulan, namun pada musim liburan bisa meningkat hingga 600-an orang bahkan sampai ribuan per bulannya. Pengunjung bukan cuma wisatawan lokal namun juga dari mancanegara.

Menurutnya, koleksi Museum Wajakensis terdiri dari 115 koleksi arkeologi berupa patung dan arca yang terbuat dari batu andesit, serta 113 koleksi etnografi yang merupakan koleksi bersejarah Kabupaten Tulungagung ini.

Patung dan arca di ruangan Museum Wajakensis (dok. KM)

Patung dan arca di ruangan Museum Wajakensis (dok. KM)

“Koleksi arkeologi di museum ini didominasi oleh patung-patung peninggalan kerajaan Hindu dan Budha. Seperti patung Budha Aksobhya, Darpala, yang paling lama patung Siwa dan Ganesha,” bebernya.

Selain itu, kata dia, ada koleksi
yang merupakan ikon Museum Wajakensis, yakni berupa replika homo wajakensi, kerangka manusia purba yang ditemukan oleh Eugene Dubois pada jaman kependudukan Belanda, atau sekarang disebut dengan wilayah Besole.

“Tentunya, kami berharap saling menjaga,memelihara serta melindungi benda sejarah yang ada di Wajakensis di Tulungagung ini agar cagar budaya bisa terwujud dan aman untuk anak cucu kita kelak,” pungkasnya.

Reporter: Haryani
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*