Anggap Perekonomian Terus Menurun, “Gema Pembebasan Bogor Raya” Gelar Unjuk Rasa

Unjuk rasa sekelompok mahasiswa di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat 27/7/2018 (dok. KM)
Unjuk rasa sekelompok mahasiswa di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat 27/7/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam “Gerakan Mahasiswa Pembebasan” Bogor Raya melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat (27/07/2018) siang.

Menilai kondisi perekonomian Indonesia yang semakin menurun, para aktivis itu hendak memberikan “kritik dan masukan” kepada pemerintahan Indonesia. Hal ini diungkapkan koordinator lapangan dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Alif.

“Aksi unjuk rasa dilakukan karena prihatin dengan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang melorot. Kita lihat kondisi Indonesia akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan dimana rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp14.546 per dolar AS,” ungkapnya kepada wartawan.

“Tak hanya itu, lanjut Alif, harga bahan bakar minyak (BBM) terus naik sejak bulan Juli 2018. Selain itu, harga telur yang terus melonjak, ditambah Pertamina yang terancam bangkrut,” kata Alif.

“Kondisi ini sangat menyulitkan rakyat. Belum lagi BPS mengklaim, orang yang berpenghasilan Rp 11.000 per hari tidak dikategorikan miskin. Padahal penghasilan Rp 11.000 per hari tidak dapat mencukupi kebutuhan harian,” ucapnya.

Oleh sebab itu, masih kata Alif, pihaknya menyerukan kepada para pemuda, khususnya mahasiswa untuk membangun kepedulian terhadap kondisi rakyat.

“Menolak intervensi terhadap kampus dan pembungkaman terhadap aktivis mahasiswa, hentikan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan ajarannya, dan mengembalikan pengelolaan sumber daya alam kepada hukum syara,” pungkasnya.

Reporter: ddy07

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*