Mencegah Gerakan Radikalisme Anti Pancasila, Satpolair Polres Pelalawan Gelar “Quick Wins”

Kasatpolair Polres Pelalawan Iptu YP Aritonang bersama Kepala Desa Sering HM Yunus dan Ustadz Mukminin di
Kasatpolair Polres Pelalawan Iptu YP Aritonang bersama Kepala Desa Sering HM Yunus dan Ustadz Mukminin di "Quick Wins" di Kantor Desa Sering (dok. KM)

PELALAWAN, RIAU (KM) – Satpolair Polres Pelalawan menggelar Quick Wins Program 1 dalam rangka Penerbitan dan Penegakan Hukum (Tibgakkum) organisasi radikal dan anti Pancasila, Selasa pagi (24/7/2018) di aula Kantor Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Hadir dalam acara tersebut Iptu YP Aritonang didampingi Kepala Desa Sering HM Yunus, aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta 130 warga setempat.

Dalam sambutannya, Iptu Aritonang menegaskan bahwa Pancasila dan NKRI adalah “harga mati”.

“Pancasila merupakan ideologi pemersatu paling sesuai bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Kemajemukan bangsa Indonesia harus dijaga, oleh karena itu semua pihak harus mencegah berkembangnya gerakan yang memaksa untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain,” ujarnya.

“Masyarakat harus selalu mewaspadai muncul dan tumbuhnya gerakan radikal di lingkungannya. Kepada masyarakat juga agar selalu menjadi garda terdepan pencegahan tumbuhnya gerakan radikal, dengan cara melaporkan sekecil apapun kegiatan yang dianggap janggal, tidak biasa dan mencurigakan di lingkungannya masing-masing,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Sering, HM Yunus, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan eksistensi ideologi bangsa selain warga negaranya sendiri.

“Kegiatan seperti ini telah beberapa kali dilaksanakan oleh Satpolair Polres Pelalawan, oleh karena itu pemerintah Desa Sering sangat berterimakasih kepada Polair Polres Pelalawan yang dalam beberapa tahun terakhir turut serta membangun kesadaran masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Pelalawan untuk selalu waspada terhadap perkembangan gerakan radikal,” ucapnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Yunus juga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Satpolair Pelalawan kepada masyarakat Desa Sering. Dirinya berharap agar bisa menjadi masyarakat yang maju dan tidak gampang terpengaruh paham-paham radikal.

“Kita himbau kepada seluruh masyarakat untuk secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang dilaksanakan oleh pemerintah. Salah satunya melalui Polair ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ustadz Amirul Mukminin yang memberikan ceramah keagamaan menyampaikan pesan bahwa paham radikal “jelas-jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila.”

“Secara agama, paham radikal menunjukkan kedangkalan pemahaman seseorang terhadap agama. Kedangkalan pemahaman tersebut sangat berbahaya bagi agama itu sendiri, karena apa yang dilakukan cenderung merugikan pihak lain, sehingga berpotensi merusak nama baik agama,” jelasnya.

“Pancasila merupakan ideologi yang cocok di Indonesia, karena merepresentasikan bangsa Indonesia yang majemuk. Karena sifatnya yang merepresentasikan Indonesia yang majemuk, Pancasila merupakan pemersatu bangsa. Cinta Pancasila berarti mencintai tanah air, dan mencintai tanah air adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan sarana kontak dari Satpolair Polres Pelalawan kepada masyarakat berupa bendera merah putih, teks Pancasila, sabun Lifebuoy dan sembako. Selain itu juga dilakukan penandatanganan dan pembacaan nota kesepakatan bersama, penolakan terhadap segala bentuk gerakan radikal, anti toleransi dan anti Pancasila.

Reporter: Erik Suhenra
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*