Dapat Bantuan Donatur Besar, Warga GTH Tajurhalang Mulai Pembangunan Masjid

Pembangunan masjid di Perumahan GTH, Tajurhalang, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Pembangunan masjid di Perumahan GTH, Tajurhalang, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Warga Perum GTH Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, boleh berlega hati, pasalnya keinginan untuk merehab total masjid sudah dilaksanakan walaupun dengan segala keterbatasan yang ada. Ketua DKM Endang Sumantri didampingi ketua panitia pembangunan masjid Edi Sofyan yang juga sebagai Ketua RW 023 Perum GTH memberikan penjelasan bahwa selama ini warga berharap masjid lama segera direhab total dikarenakan fisik bangunan yang sudah mulai rusak serta jumlah jamaah yang mulai banyak dan tempatnya kurang memadai.

Endang juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima bantuan dari seorang “donatur besar” sehingga dapat menyegerakan pekerjaan pembangunan masjid tersebut.

“Alhamdulillah ada bantuan dari donatur besar sehingga pembangunan rehab total masjid sudah dilaksanakan dan untuk kekurangan pengembangan bangunan masjid tetap kita cari bantuan dari donatur,” ujar Ketua DKM.

Untuk saat ini tahap pembangunan masjid sudah mencapai 40% dan diperkirakan dalam waktu tiga bulan kedepan akan selesai pembangunannya.

“Sampai saat ini banyak bantuan sosial dari donatur yang mengalir seperti, Staf Kasie di kantor Kecamatan Tajurhalang, staf pimpinan di Disdukcapil Kabupaten Bogor, Iptu Ade, H. M.Taufik Ketua Yayasan SMP Global Insani School, Direktorat Pakan dan staf, serta para staf Lingkup Ditjen Peternakan dan Keswan DKI Jakarta dan donatur lainnya yang tidak mau disebutkan namanya,” terangnya.

Saat ini, kata Edi Sofyan, DKM bersama dengan pengurus pembangunan masjid masih terus berupaya mengumpulkan dana dengan membuat proposal yang akan disebarkan ke instansi pemerintahan desa dan kecamatan serta Masyarakat umum.

Sementara itu Endang menjelaskan, pembangunan masjid Daarul Muhajirin dilakukan secara gotong-royong dengan warga, karena masjid yang sudah ada saat ini sudah tidak memadai. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat tersebut untuk membangun masjid baru yang lebih besar dan lebih baik, dan selagi pembangunan masjid belum selesai, nantinya sebagai tempat ibadah sementara, Ustadz Endang berupaya mengajak masyarakat mempersiapkan tempat untuk ibadah sholat sehari-hari. “Nanti kan masjid yang lama dibongkar, sementara yang baru belum jadi ya kita mau mempersiapkan tempat darurat dulu, kita perkirakan sekitar tiga bulanan lah kita beribadah di tempat darurat itu,” jelasnya.

Reporter: Wawan
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*