Bondan Gunawan Luncurkan Buku “Hari-hari Terakhir Bersama Gus Dur”

Suasana Peluncuran Buku Hari Hari Terakhir Bersama Gusdur di Museum Nasional, Rabu 25/7 (dok. KM)
Suasana Peluncuran Buku Hari Hari Terakhir Bersama Gusdur di Museum Nasional, Rabu 25/7 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Bondan Gunawan, mantan Mensesneg di era Presiden Abdurahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur meluncurkan buku setebal 328 halaman yang berjudul “Hari-hari Terakhir Bersama Gus Dur”.

Peluncuran buku itu digelar di Museum Nasional Jl. Merdeka Barat pada Rabu 25/7/2018. Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh pergerakan masyarakat, sahabat, kolega maupun aktivis Forum Demokrasi (Fordem) diantaranya mantan Menkumham Marsilam Simanjuntak dan lainnya.

Sebagai seorang aktivis, pada tahun 1991 Bondan bersama Gus Dur mendirikan Fordem, yang berawal atas kegelisahan dan keprihatinannya terhadap perkembangan demokrasi saat itu. Bagi Bondan, sosok Gus Dur bukan hanya sebatas sahabat atau teman, tapi Gus Dur adalah sosok “guru bangsa yang mempunyai visi ke depan untuk Indonesia yang lebih baik.”

Dari kutipan isi buku tersebut, Gus Dur mengatakan jika sosok Bondan adalah “banteng yang berkeliaran di luar habitatnya, karena latar belakangnya yang abangan namun bersahabat dengan santri.”

Peluncuran buku yang mengambil tema “Demokrasi Ekonomi dan Demokrasi Politik” itu juga dihadiri mantan anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif.

Dalam sambutannya, Yudi mengatakan, “Negara kita ini sedang mengalami kelelahan demokrasi yang disebabkan oleh faktor para elit yang tidak bertanggung jawab, sehingga muncul populisme dan menguatnya sayap-sayap kanan, seperti di negara eropa.”

Lebih jauh Yudi mejelaskan jika politik kita saat ini “hanya semata-mata digunakan sebagai alat dan sarana perjuangan untuk meraih jabatan.”

Reporter: Isnanto
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*