“Kongres Ulama Jateng” Rekomendasikan Pilih Sudirman Said, Serukan 2019 Ganti Presiden

Suasana Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jateng yang digelar di Gedung Purwo Hamijayan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jum’at (22/6) malam.
Suasana Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jateng yang digelar di Gedung Purwo Hamijayan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jum’at (22/6) malam.

SOLO (KM) – Sejumlah ulama, tokoh muslim, dan aktivis gerakan Islam mengajak umat muslim Indonesia, khususnya Jawa Tengah “merapatkan barisan” jelang Pilgub Jateng yang akan berlangsung 27 Juni mendatang. Umat diharapkan cerdas dalam memilih pemimpin.

“Pilih sosok pemimpin yang bersih, yang tidak tersangkut kasus korupsi,” demikian salah satu butir rekomendasi Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jateng yang digelar di Gedung Purwo Hamijayan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat (22/6) malam.

“Mari rapatkan barisan, bagaimana anda setuju memilih pemimpin yang jujur, adil dan pemimpin yang mencintai rakyat dan dicintai rakyatnya,” ucap ulama Keraton Kasunanan Surakarta, KH Ahmad Qomaruzzaman yang membacakan rekomendasi pertemuan.

Ahmad menegaskan ratusan keraton se-nusantara yang mayoritas merupakan keraton Islam siap bersama-sama ulama menjaga keutuhan Indonesia. “Mewujudkan Indonesia sebagai negara yang mendapat rahmat dan ridho Allah SWT,” katanya.

“Pada situasi kondisi saat ini bangsa kita menghadapi problem untuk bagaimana memilih pemimpin yang syar’i yang adil yang beradab,” lanjutnya.

Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jateng dengan tema “Jawa Tengah Bangkit Bersama Ulama” itu dihadiri ulama Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, perwakilan Majelils Ulama Indonesia (MUI) Jateng, cendekiawan muslim, aktivis Islam, dan tokoh masyarakat dari Majelis Cendikia Keraton Nusantara, Lembaga Samanhudi Cokroaminoto, Dewan Syariah Kota Surakarta, Laskar Umat Islam Surakarta, Majelis Ulama Karaton Nusantara, Alumni Persaudaraan 212, Majelis Ulama Karaton Nusantara, Komunitas Masjidku Makmur, Forum Silaturahmi Antar Masjid, Laskar Pembela Islam, dan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS).

Kongres kembali mengingatkan nasehat dan fatwa MUI Nomor 16 tahun 2009 mengenai kriteria memilih pemimpin, yakni “memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah, berkomitmen kepada Islam dan NKRI, tidak terlibat dengan tindak pidana korupsi, terorisme,dan narkoba, serta tidak sedang berurusan dengan KPK.”

“Pemimpin juga tidak menjadi wakil dari partai- partai yang telah mendukung penista agama,” tegasnya.

Kongres juga merekomendasikan seluruh umat islam menyatukan suara dalam Pilgub Jateng, memilih calon dari umat Islam yang tidak terlibat dalam korupsi dan memiliki komitmen kepada moral dan akhlak.

“Kami juga menyerukan kepada seluruh umat Islam melalui jalur komando ulama untuk menyatukan shaf barisan kaum muslimin dalam upaya mengganti presiden di 2019 secara konstitusional,” tambahnya.

“Semua itu dalam rangka untuk memuliakan agama Allah yang rahmatan lil alamin serta menjaga keutuhan NKRI. Selain itu sebagai upaya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.”

Dalam kaitannya dengan Pilgub Jateng 2018, Kongres tersebut juga mengajak umat bersatu memenangkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

“Umat Islam harus bersatu, dan insya Allah pasangan nomor urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziyah bisa membangun Jateng lebih baik,” tegas KH Ahmad Qomaruzzaman.

Reporter: Marsono Rh
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*