Cegah Pelecehan Terhadap Siswa, Kepsek MTs Al-Kautsar Minta Semua Guru Terapkan Kode Etik

Kepsek MTs Al-Kautsar Depok, Sodik Murdiono (dok. KM)
Kepsek MTs Al-Kautsar Depok, Sodik Murdiono (dok. KM)

DEPOK (KM) – Kejadian memprihatinkan kembali terjadi di dunia pendidikan. Insiden kali ini terjadi di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di wilayah Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, dimana terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru sekolah tersebut terhadap puluhan siswa laki-lakinya.

Kasus ini mencuat setelah beberapa wali murid yang anaknya menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum gurunya melaporkan persoalan tersebut kepihak yang berwajib dan langsung mendapat sorotan dari berbagai media lokal dan nasional.

Menanggapi insiden tersebut, Sodik Murdiono, Kepala Madrasah MTs Al-Kautsar, Bakti Jaya, Depok, turut memberikan komentarnya. “Insiden ini adalah sesuatu anyg sangat memalukan dan memilukan, dan harus diselidiki latar belakang pendidikan guru tersebut, apakah dia pengajar yang hanya bisa mengajar atau pendidik yang selain dia bisa mengajar juga mampu dalam mendidik,” ujar Sodik.

“Karena pendidik itu punya kode etik guru. Namun bila disebabkan karena sebab suatu penyakit atau ada kelainan orientasi seksual, pihak sekolah perlu mengenali tanda dan gejalanya, misalnya jika ada kedekatan antara guru dengan siswa tertentu, ini kan perlu diwaspadai ada apa bisa seperti itu,” lanjut Sodik.

Advertisement

Untuk mengantisipasi supaya insiden tersebut tidak terulang di sekolah manapun, Sodik memberikan beberapa tips dalam rangka antisipasinya.

“Kalau saya mewajibkan dalam setiap kegiatan ekskul harus ada 1 pembina didampingi beberapa pelatih, jadi tidak ada lagi yang mendominasi dalam penguasaan suatu bidang kegiatan, semua bisa saling mengawasi, disamping itu ada juga CCTV di beberapa titik dan seluruh ruangan yang dapat memantau kegiatan yang dilakukan siswa dan guru,” terang Sodik.

Selain itu ia pun berpesan kepada para pendidik agar kembali kepada kode etik guru. “Karena tugas kita tidak hanya sebagai pengajar tapi sekaligus sebagai pendidik yang sepatutnya menjadi tauladan bagi anak-anak didiknya,” jelas Sodik.

“Yang kedua, guru adalah ujung tombak kemajuan siswa, dan apabila guru sudah melakukan hal tercela yang seperti itu, berarti sudah mengarahkan generasi selanjutnya untuk berperilaku seperti itu juga, jadi marilah kita kembali pada nilai dan norma sebagai guru yang dapat menjadi panutan yang baik bagi generasi penerus bangsa,” pungkas Sodik.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: