BEM STKIP Muhammadiyah Bogor Minta Bawaslu Perketat Pengawasan, Cegah Kampanye di Institusi Pendidikan

Presma BEM STKIP Muhammadiyah, Bogor, Iksan Awaludin (dok. KM)
Presma BEM STKIP Muhammadiyah, Bogor, Iksan Awaludin (dok. KM)

BOGOR (KM) – Segala bentuk kegiatan kampanye dilarang dalam wilayah pendidikan sesuai dengan ketentuan yang ada 24 larangan dalam kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 dirangkum dari Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan Peraturan KPU No 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pilkada.

Berkampanye di tempat atau sarana pendidikan dinilai tidak etis dan termasuk pelanggaran, di antaranya dengan mendatangkan para calon dengan berdalih silaturahim dan kunjungan. Menyikapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiah Bogor Iksan Awaluddin mengatakan, “tempat pendidikan dilarang menjadi ajang berpolitik praktis, tempat pendidikan merupakan sarana untuk menimba ilmu pengetahuan bagi masa depan bangsa Indonesia,” ungkapnya kepada awak media, Jumat 08/06/2018.

“Saya menegaskan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor, agar tetap siaga untuk memonitor atau mengawasi para calon-calon Bupati ini jangan sampai masuk kedalam pusaran tetorial akademisi,” lanjutnya.

“Ya berpolitik tidak dilarang, sah-sah saja karena dalam ajaran Islam mengajarkan kita untuk berpolitik, tapi tidak boleh dilakukan di tempat pendidikan. Lembaga pendidikan harus terbebas dari kegiatan-kegiatan politik praktis,” kata Iksan

“Waktu pemilihan yang menjadi pesta demokrasi masyarakat Kabupaten Bogor ini khususnya, tinggal menghitung hari saja. Saya bersama semua akademisi menegaskan kepada para calon-calon dan tim sukses agar mematuhi 24 aturan yang sudah tertuang tempat-tempat yang dilarang untuk berkampaye, agar Pilkada ini dapat tercipta demokrasi yang santun dan berintegritas,” sambungnya.

“Jika ada tempat pendidikan yang dijadikan media berkampanye dan kepentingan kelompok tertentu, saya orang pertama yang akan melawan. Kampus tempat mencari ilmu. Politik santun Yes, politik sembrono No,” tutup Iksan penuh semangat.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*