Setelah Mati Suri Selama 3 Tahun, UIKA Bogor Pilih Presma Baru

Presma dan Wakil Presma Terpilih UIKA Periode 2018-2019 Hafid - Insan (dok. KM)
Presma dan Wakil Presma Terpilih UIKA Periode 2018-2019 Hafid - Insan (dok. KM)

BOGOR (KM) – Hafiduddin Rabbani terpilih sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) dan menang telak dalam kontestasi pemilihan raya mahasiswa (Pemira) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor tahun 2018.

Penghitungan suara lanjutan Pemira UIKA Bogor yang dilaksanakan pada 2 Juni 2018 akhirnya melahirkan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang baru, setelah Pemira pada 25 Mei 2018 sempat tersendat prosesinya.

Berikut perolehan suara dari masing – masing paslon:

Pasangan Nomor Urut 1 Fahreza – Alif = 450 suara

Pasangan Nomor urut 2 Yoga – Charles = 391 suara

Pasangan Nomor Urut 3 Fathullah – Alvian = 101 suara

Pasangan Nomor Urut 4 Hafid – Insan = 891 suara

Adapun Hafid–Insan memenangkan Pemira tersebut dengan mengusung visi untuk menjadikan BEM KBM UIKA Bogor yang “progresif, inisiatif, dan aplikatif demi terwujudnya mahasiswa yang bertakwa, berwawasan luas, kritis, dinamis, memiliki integritas, serta berjiwa sosial.”

“Alhamdulillah puji syukur saya ucapkan kepada Allah swt. Pertama saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, panitia penyelenggara DPM, MPM, dekanat, pihak rektorat dan kepada seluruh mahasiswa pada umumnya,” ungkap Presma UIKA Bogor terpilih Hafiduddin Robbani kepada awak media, Sabtu 02/06/2018.

“Terimakasih kepada seluruh Civitas Akademika UIKA Bogor yang telah memberikan amanah kepada saya bersama Insan untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UIKA Bogor Periode 2018-2019.”

“Kedepan kami akan menjaga amanah dan bertanggung jawab serta bisa menjadikan UIKA lebih baik. Ini adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami ketika di berikan kepercayaan untuk berada d posisi ini, dan ini tidak lepas dari doa serta dukungan semua pihak, terutama semua rekan-rekan mahasiswa,” lanjutnya.

Advertisement

“Salam kekeluargaan salam kebersamaan, salam persaudaraan, bersama kita kuat, bersama kita hebat, bersama kita unggul, bersama kita, UIKA JAYA,” ujar Hafid dengan tegas

Sementara mantan Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (MPM KBM) UIKA Bogor Periode 2014-2015 Rizqi Fathul Hakim mengatakan, “saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh atas terpilihnya Hafiduddin Rabbani dan Insan Fadil sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UIKA 2018-2019.”

“Karena sejak sidang istimewa MPM KBM UIKA 5-6 Desember 2015, dalam rangka memberhentikan dan meminta Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) selama satu periode, sejak saat itu pula kursi pimpinan eksekutif tingkat Universitas (BEM KBM UIKA) vacuum of power.

“Ya sudah hampir 3 tahun BEM KBM UIKA mati suri. Namun dalam pasal 36 ayat 5 Anggaran rumah tangga KBM UIKA menegaskan ketika Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa di berhentikan oleh MPM KBM UIKA, maka jabatan eksekutif sementara di pegang oleh MPM KBM UIKA sampai terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa yang baru melalui Pemira,” jelas Rizqi.

“Ya saya ucapkan selamat mengemban amanah baru kepada Hafiduddin Rabbani dan Insan Fadil. Jatinya mahasiswa merupakan entitas di masyarakat yang menyandang predikat sebagai insan dengan pendidikan paling tinggi dan memiliki tanggung jawab sosial yaitu mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya terdapat 3 poin kebaktian yaitu, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian,” bebernya.

Reporter: Dody

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: