Mantan Kombatan GAM Ancam Wartawan Yang Telusuri Bandar Narkoba yang Dibiarkan Berkeliaran

Aktivis Aceh Timur, Yunan Nasution (dok. KM)
Aktivis Aceh Timur, Yunan Nasution (dok. KM)

ACEH TIMUR (KM) – Hebohnya isu napi narkoba di Lapas Aceh Tamiang yang diduga “bebas berkeliaran” walau terjerat kasus kepemilikan sabu sebanyak 21,8 kg dan ratusan ribu pil ekstasi atas nama Zulkifli Muhammad menuai beberapa langkah intervensi dan pengancaman terhadap wartawan yang hendak mendalami kasus tersebut. Diantaranya ada oknum anggota LSM yang mengaku teman dekat Zulkifli, bahkan ada mantan kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang turut menghalangi penelusuran wartawan.

Syarifuddin alias Kumis, warga Banda Alam, Aceh Timur melalui telepon selulernya mengatakan, “Bang saya minta tolong jangan mengekspos masalah keluarga kami, jangan jepit keluarga kami, si Zulkifli yang di Lapas Kuala Simpang itu keluarga kami, kalau keluarga kami diganggu maka kami akan ganggu keluarga orang lain,” ucap Kumis dalam bahasa Aceh pada Sabtu malam, 5/5/2018.

Masih lanjut Kumis, “Saya malas ngomong lewat handphone, nanti setelah saya pulang dari Banda kita ketemu, dimana saja abang mau jumpa saya siap, silahkan tanya sama kawan-kawan abang siapa saya, saya memang orang kecil bang, tapi kalau setingkat si Rocky [Bupati Aceh Timur] dan Apa Syaron [Wakil Bupati Aceh Timur] masih sanggup saya lawan, jadi sekali lagi saya ingatkan tolong jaga keluarga kami,” tandas Kumis dengan nada mengancam.

Advertisement

Ditanya terkait langkah yang akan diambil oleh wartawan yang diintervensi oleh mantan kombatan GAM tersebut, jurnalis Yunan Nasution kepada KM mengatakan, “ini sudah yang kedua kalinya si Kumis melakukan upaya-upaya kotor dengan memanfaatkan status mantan kombatan GAM nya, yang pertama si Kumis mengatakan saya penjilat Pemerintah Aceh Timur sambil mengunggah fotonya menenteng senjata api, dan saat ini si Kumis berupaya menghalang-halangi tugas saya sebagai jurnalis untuk meng-update masalah napi berkeliaran di Lapas Kuala Simpang tersebut. Si Kumis itu ngakunya orang pintar tapi kok bandar narkoba dibela, bahkan sampai mengintervensi wartawan.”

“Namun untuk kali ini saya masih memaafkan si Kumis itu, tapi jika sekali lagi dia mencoba mengintervensi atau menghalang- halangi tugas saya sebagai jurnalis maka saya tidak akan segan-segan untuk mengambil upaya hukum.” tutup Yunan.

Reporter : ZK
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*